DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Kualitas Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Tanpa Tulangan Pada Proses Pengecoran Jalan Lokal di Daerah Tergenang | |
| PENGARANG | : | UTAMI SYLVIA LESTARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-28 |
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh gabungan tinggi dan pH air terhadap sifat fisik, mekanik, dan mikrostruktur beton perkerasan kaku. Beton ready-mix dengan kuat tekan rencana 25 MPa digunakan sebagai material uji. Variasi ketinggian genangan ditetapkan pada rentang 0,5 sampai 5 cm, sedangkan variasi pH air ditetapkan pada rentang pH2 sampai pH7. Benda uji menjalani curing selama 28 hari sebelum pengujian.
Metode penelitian yang mencakup uji laboratorium terkait uji mekanik dan uji kimia. Pengecoran dilakukan dengan melakukan variasi terhadap tinggi dan pH genangan serta curing/perawatan yang dilakukan. Metode penelitian yang digunakan mencakup uji laboratorium terhadap kuat tekan, kuat lentur, absorpsi, porositas, sorptivity, SEM(Scanning Electron Microscope) dan penetrasi asam (karbonasi). Beton diuji untuk mengetahui pengaruh genangan air terhadap kualitasnya, serta dilakukan pengamatan visual untuk mendeteksi perubahan struktural pada beton selama proses pengecoran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perkerasan kaku tanpa tulangan pada daerah tergenang dipengaruhi oleh metode pengujian serta kondisi tinggi dan pH genangan. Uji core drill di lapangan menghasilkan kuat tekan lebih rendah daripada uji silinder di laboratorium, dengan penurunan rata-rata 13,83% pada kondisi kontrol dan 6,10% pada variasi tinggi dan pH genangan. Persamaan matematis menggunakan analisis regresi linier menegaskan pengaruh signifikan tinggi genangan (X1) dan pH genangan (X2) terhadap kuat tekan (Y = 19,865 - 1,498 X1 + 0,414 X2; adjusted R² = 0,944) dan kuat lentur (Y = 5,396 - 0,487 X1 + 0,235 X2; adjusted R² = 0,956), di mana tinggi genangan bersifat paling dominan dengan penurunan rata-rata sekitar 35% untuk kuat tekan dan 38% untuk kuat lentur, sedangkan perubahan pH menurunkan sekitar 12% untuk kuat tekan dan 19% untuk kuat lentur. Peningkatan tinggi genangan dan penurunan pH meningkatkan absorpsi, porositas, serta sorptivity sehingga mempengaruhi penurunan kuat tekan dan kuat lentur beton. Pada aspek durabilitas, persentase karbonasi meningkat seiring kenaikan tinggi genangan dan penurunan pH. Pengaruh pH lebih dominan, karena perubahan dari pH7 ke pH 2 meningkatkan karbonasi sebesar 35,77% pada kondisi tidak terendam dan 43,33% pada kondisi terendam, sedangkan variasi tinggi genangan hanya meningkatkan karbonasi sekitar 26,49% (tidak terendam) dan 30,23% (terendam).
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI