DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH JENIS DAN FREKUENSI PENYEMPROTAN INSEKTISIDA NABATI DAN SINTETIK TERHADAP MIKROBA, pH TANAH, HAMA, PERTUMBUHAN, DAN HASIL SAWI
PENGARANG:RAZ SAYYID MAUDODI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-28


Banjarbaru. Penurunan produktivitas tanaman sawi hijau (Brassica juncea) dalam beberapa tahun terakhir berkaitan dengan meningkatnya tekanan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta penggunaan insektisida yang tidak terkontrol. Praktik penyemprotan dengan frekuensi tinggi berpotensi mengganggu keseimbangan mikroorganisme tanah dan menurunkan kualitas tanah, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kondisi dan hasil tanaman.

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara perlakuan kontrol, insektisida nabati, dan insektisida sintetik, serta pengaruh jenis insektisida dan frekuensi penyemprotan terhadap mikroba tanah, pH tanah, intensitas serangan hama, pertumbuhan, dan hasil tanaman sawi hijau.

            Penelitian ini dilaksanakan pada Februari–Juli 2025 di kawasan hortikultura Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tersarang dengan kontrol terpisah. Faktor utama adalah jenis insektisida, yaitu insektisida nabati daun mimba dosis 25% dan insektisida sintetik berbahan aktif metomil dosis 1 g L?¹, sedangkan faktor tersarang berupa frekuensi penyemprotan setiap 3, 6, dan 9 hari. Variabel yang diamati meliputi total koloni mikroba tanah (jamur dan bakteri), pH tanah, intensitas kerusakan daun, pertumbuhan tanaman, dan bobot segar sawi. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut yang sesuai.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan insektisida, baik nabati maupun sintetik, mampu meningkatkan pH tanah, menurunkan intensitas kerusakan daun, serta meningkatkan bobot segar tanaman sawi dibandingkan kontrol. Insektisida sintetik berbahan aktif metomil menghasilkan pH tanah lebih tinggi (6,47) dibandingkan insektisida nabati daun mimba (5,95). Namun, pada pengamatan 21 HST, insektisida nabati daun mimba lebih efektif menekan intensitas kerusakan daun (9,39%) dibandingkan metomil (11,29%).

            Perlakuan insektisida tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun sawi, serta total koloni jamur tanah, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan vegetatif dan komunitas jamur relatif tidak dipengaruhi oleh perlakuan insektisida. Frekuensi penyemprotan memengaruhi respons tanah dan hasil tanaman, di mana penyemprotan metomil setiap 3 hari menghasilkan total koloni bakteri tanah tertinggi (2,46 × 10? CFU g?¹) serta bobot segar tanaman tertinggi (155,08 g). Insektisida nabati daun mimba menunjukkan respons total koloni bakteri tanah dan bobot segar tanaman yang lebih rendah namun stabil pada seluruh frekuensi penyemprotan, sementara frekuensi penyemprotan 6 dan 9 hari cenderung meningkatkan pH tanah mendekati netral pada kedua jenis insektisida.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI