DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PEMANFAATAN BAKTERI BACILLUS SUBTILIS DAN BAKTERI EKSTRAK LIMBAH SAYURAN SEBAGAI AGEN PADA SELF-HEALING CONCRETE | |
| PENGARANG | : | NORMA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-29 |
Beton merupakan material konstruksi yang memiliki kuat tekan tinggi namun rentan mengalami retakan mikro yang dapat menurunkan durabilitas dan umur layan struktur. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah self-healing concrete, yaitu beton yang mampu memperbaiki retakan secara mandiri melalui aktivitas biologis bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja bakteri Bacillus subtilis dan bakteri dari ekstrak limbah sayuran sebagai agen self-healing terhadap penutupan retakan, kuat tekan, dan porositas beton.
Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan benda uji beton silinder dengan variasi kadar bakteri 0%, 2%, 4%, dan 6% terhadap berat semen. Retakan awal diberikan pada umur 7 hari melalui pembebanan tekan bertahap hingga 50–80% dari kuat tekan rencana. Selanjutnya, benda uji direndam, diamati penutupan retakannya secara visual menggunakan mikroskop digital pembesaran 50×, serta diuji kuat tekan dan porositasnya pada umur 28 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Bacillus subtilis cenderung meningkatkan pemulihan kuat tekan seiring bertambahnya kadar bakteri, sedangkan peningkatan kadar bakteri ekstrak limbah sayuran menunjukkan kecenderungan penurunan kuat tekan beton. Meskipun demikian, ekstrak limbah sayuran tetap menunjukkan kemampuan menutup retakan secara visual dan berpotensi digunakan sebagai agen self-healing alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
Kata kunci: self-healing concrete, Bacillus subtilis , ekstrak limbah sayuran, kuat tekan, porositas
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI