DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | INDEKS KUALITAS AIR DENGAN METODE IKA-INA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KUSAN KABUPATEN TANAH BUMBU | |
| PENGARANG | : | FIRMAN HADINATA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-29 |
Penerapan metode IKA-INA pada DAS Kusan memperkaya literatur ilmiah dan menjadi acuan penelitian lanjutan dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Hasilnya mendukung kebijakan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas air, memperkuat konservasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga pengelolaan DAS dapat berjalan berkesinambungan dan memberi manfaat jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air DAS Kusan, mengidentifikasi indeks kualitas air berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, serta merumuskan rekomendasi untuk memperbaiki dan menjaga kualitas air secara berkelanjutan.
Pemantauan kualitas air DAS Kusan periode 2022–2025 menunjukkan dinamika kompleks dengan fluktuasi pada debit, parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi. Debit air bervariasi antar-segmen, TSS melonjak ekstrem pada 2024 lalu menurun pada 2025, pH relatif stabil dalam kisaran aman, BOD dan COD meningkat hingga 2024–2025 namun tetap dalam ambang batas, DO memenuhi standar dengan tren pemulihan, Nitrat rendah dan terkendali, serta T-P fluktuatif namun stabil rendah pada akhir periode. Tekanan terbesar terlihat pada parameter mikrobiologi, dengan Fecal Coliform melonjak tajam pada 2025, terutama di hilir dan beberapa Sub DAS, mencerminkan masalah sanitasi masyarakat.
Indeks Kualitas Air (IKA) menunjukkan fluktuasi dengan rata-rata kategori baik–sedang (70–90), sempat menurun drastis pada 2023, lalu pulih pada 2024 2025. Secara spasial, hulu mengalami penurunan tajam sebelum pulih, tengah menunjukkan tren peningkatan stabil, hilir relatif konsisten, sementara Sub DAS Pendamaran dan Bakarangan membaik, tetapi Satiung Hilir dan Mangkal Api Hilir masih fluktuatif. Faktor utama yang memengaruhi IKA adalah sedimentasi, pencemaran domestik, serta aktivitas pertambangan dan perkebunan.
Rekomendasi pengelolaan DAS Kusan disusun melalui analisis SWOT dengan skor SFAS 5,129 yang menempatkan DAS dalam kategori kuat dan berpeluang besar. Strategi Grow and Build dipilih, menekankan penguatan kelembagaan, pemanfaatan regulasi dan pendanaan, kolaborasi lintas lembaga, pengendalian limbah industri melalui CSR, penerapan zonasi tata ruang berbasis DAS, rencana kontinjensi bencana, serta ekspansi konservasi dan restorasi vegetasi penyangga. Implementasi dilakukan bertahap mulai dari perencanaan regulasi dan pemetaan titik kritis, pelaksanaan program seperti sensor kualitas air dan laboratorium tambahan, hingga jangka panjang berupa transformasi kelembagaan, monitoring digital, mitigasi banjir dan erosi, serta pengembangan model konservasi berkelanjutan. Evaluasi berbasis risiko DAS memastikan strategi adaptif dan berkesinambungan sehingga DAS Kusan dapat menjadi model pengelolaan ekosistem yang tangguh.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI