DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Spektroskopi Gerabah Situs Samudra Pasai, Aceh Utara | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD ILHAN FATIH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-29 |
Situs Samudra Pasai di Aceh Utara merupakan salah satu pusat aktivitas maritim dan perdagangan penting pada masa awal perkembangan Islam di Nusantara. Salah satu artefak yang banyak ditemukan di situs ini adalah gerabah, yang berperan penting dalam aktivitas domestik dan ekonomi masyarakat pada masanya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi kimia artefak gerabah dari Situs Samudra Pasai menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF), serta menganalisis hubungan karakteristik kimia gerabah tersebut dengan temuan dari wilayah lain, yaitu China, India, Italia, dan Kalimantan.
Analisis XRF dilakukan terhadap sampel gerabah Samudra Pasai untuk menentukan kandungan oksida utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase komposisi kimia gerabah Samudra Pasai terdiri dari SiO2 (41,66%), Al2O3 (10,79%), Fe2O3 (8,46%), CaO (0,57%), MgO (1,54%), dan TiO2 (0,46%). Rendahnya kadar kalsium dan titanium mengindikasikan penggunaan lempung aluvial non-kalsit sebagai bahan baku utama yang bersumber dari deposit lokal di sekitar situs.
Hubungan geokimia antar wilayah dievaluasi menggunakan analisis multivariat Principal Component Analysis (PCA) dan analisis klaster Neural Network. Berdasarkan karakteristik komposisi kimia tersebut, didapatkan hasil bahwa sampel gerabah Aceh memiliki kedekatan karakteristik yang sangat tinggi dengan sampel dari Kalimantan, yang kemudian diikuti secara berturut-turut oleh India dan Italia. Sementara itu, tingkat kemiripan paling rendah atau jarak geokimia paling jauh ditemukan pada perbandingan dengan sampel dari China, yang menunjukkan diskrepansi mineralogi paling tajam. Secara umum, gerabah Samudra Pasai membentuk kelompok tersendiri yang mencerminkan kemandirian sumber bahan baku dan tradisi teknologi lokal. Selain itu, ditemukan deviasi geokimia ekstrem pada dua sampel dengan kandungan Fe2O3 melebihi 80% yang diklasifikasikan sebagai outlier material kaya besi.
Dapat disimpulkan bahwa gerabah Situs Samudra Pasai merupakan produk lokal berbasis lempung aluvial dengan karakteristik geokimia yang khas dan memiliki afiliasi regional Nusantara yang lebih kuat dibandingkan dengan wilayah luar. Meskipun Samudra Pasai terlibat aktif dalam jaringan perdagangan maritim internasional, data kimiawi membuktikan bahwa produksi gerabah lokal tetap mempertahankan identitas dan kemandirian teknologi manufaktur.
Kata Kunci: Samudra Pasai, Gerabah, XRF, PCA, Geokimia, Arkeometri.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI