DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IDENTIFIKASI NILAI SUSEPTIBILITAS MAGNETIK DAN GEOKIMIA TANAH PASCA TAMBANG INTAN KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | I KADEK FEBRY ANGGI PANGESTU | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-29 |
Aktivitas penambangan intan di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru berpotensi memengaruhi sifat fisik dan kimia tanah pasca tambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai suseptibilitas magnetik serta karakteristik geokimia tanah pasca tambang intan dan menganalisis hubungan antara suseptibilitas magnetik dengan kandungan unsur logam dan non-logam. Pengukuran suseptibilitas magnetik dilakukan pada frekuensi rendah dan frekuensi tinggi , sedangkan analisis geokimia dilakukan menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF), dengan hubungan antar parameter dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan nilai berkisar antara 2,28 × 10?? m³/kg hingga 162,99 × 10?? m³/kg. Kandungan unsur logam yang teridentifikasi meliputi Al (432,20–2.309,07 ppm), K (28,00–274,60 ppm), Ca (16,97–52,47 ppm), Ti (107,33–298,93 ppm), V (2,13–10,03 ppm), Cr (4,13–17,23 ppm), Mn (1,23–15,10 ppm), Fe (806,33–4.306,83 ppm), Ni (0,40–5,03 ppm), Cu (0,00–2,82 ppm), Zn (0,00–4,60 ppm), Zr (0,00–31,33 ppm), Pb (0,00–1,08 ppm), Rb (0,00–6,17 ppm), dan Sr (0,00–7,53 ppm), sedangkan unsur non-logam utama terdiri atas Si, P, S, dan Cl. Analisis korelasi menunjukkan bahwa nilai suseptibilitas magnetik berkorelasi positif kuat hingga sangat kuat dengan unsur logam yang berasosiasi dengan mineral magnetik, seperti Fe, Mn, Cr, Ni, dan Zn, serta berkorelasi negatif dengan unsur non-magnetik seperti Al, K, Ca, Ti, dan Zr, sehingga suseptibilitas magnetik dapat digunakan sebagai indikator fisik untuk menginterpretasikan distribusi unsur geokimia pada tanah pasca tambang intan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI