DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH, BUDAYA KERJA DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN PULAU PETAK
PENGARANG:SAHBANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-30


ABSTRAK

Sahbani. 2025. Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Budaya Kerja Dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Pulau Petak. Program Magister Administrasi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing (I) Aslamiah, (II) Metroyadi.

 

Kata Kunci: kepemimpinan instruksional, Budaya Kerja, motivasi kerja, kinerja guru

 

Kinerja guru merupakan faktor strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu elemen penting yang memengaruhi kinerja guru adalah kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan instruksional diyakini mampu menciptakan Budaya Kerja yang positif serta menumbuhkan motivasi kerja guru sehingga berimplikasi pada peningkatan kinerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah dan Budaya Kerja terhadap kinerja guru, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja guru pada SD Negeri di Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas.

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di Kecamatan Pulau Petak sebanyak170 orang dengan jumlah sampel 119 orang yang dipilih secara proporsional random sampling. Instrumen penelitian berupa angket berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) dan regresi berganda untuk mengetahui pengaruh antar variabel.

Hasil penelitian menunjukkan: (1) gambaran kepemimpinan instruksional kepala sekolah, Budaya Kerja, motivasi kerja, dan kinerja guru berada pada kategori tinggi–sangat tinggi; (2) terdapat pengaruh langsung kepemimpinan instruksional terhadap kinerja guru; (3) terdapat pengaruh langsung Budaya Kerja terhadap kinerja guru; (4) terdapat pengaruh langsung motivasi kerja terhadap kinerja guru; (5) terdapat pengaruh langsung kepemimpinan instruksional terhadap motivasi kerja guru; (6) terdapat pengaruh langsung Budaya Kerja terhadap motivasi kerja guru; (7) terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja; (8) terdapat pengaruh tidak langsung Budaya Kerja terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja. Secara keseluruhan, variabel kepemimpinan instruksional, Budaya Kerja, dan motivasi kerja menjelaskan 97,9% variasi kinerja guru.

Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru tidak lepas dari kualitas kepemimpinan instruksional kepala sekolah, Budaya Kerja yang positif, serta motivasi kerja yang tinggi. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan kepemimpinan instruksional, pengembangan Budaya Kerja yang kondusif, serta program berkelanjutan untuk meningkatkan motivasi kerja guru. Penelitian ini juga membuka peluang kajian lanjutan guna memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja guru.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI