DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH TERHADAP KEJADIAN KELUARGA BERISIKO STUNTING PADA ANAK DI KELURAHAN MANTUIL KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:ALIFIA SALMA FADILLAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-30


Alifia Salma Fadillah, 2025, NIM 2010416320017, Hubungan Karakteristik Permukiman Kumuh terhadap Kejadian Keluarga Berisiko Stunting Pada Anak di Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin, Pembimbing: Dr. Nasruddin, M.Sc.

Permukiman kumuh di wilayah perkotaan sering dikaitkan dengan berbagai permasalahan sosial dan kesehatan, salah satunya adalah meningkatnya risiko stunting pada keluarga. Kondisi alam yang keras, sanitasi yang buruk, dan akses terbatas terhadap air bersih merupakan faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadapkesehatanmasyarakat.Penelitianinibertujuanuntuk:(1)mengidentifikasi karakteristikpermukimankumuh,(2)mengidentifikasikarakteristikkeluargayang memiliki anak berisiko stunting, (3) menganalisis hubungan antara karakteristik permukimankumuhdanfrekuensikeluargayangberisikomengalamistuntingpada anak di Kota Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.

Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan uji statistik Chi-Square (χ²). Data diperoleh melalui observasi lapangan dan kuesioner terhadap 100 responden yang mewakili kawasan permukiman kumuh. Analisis spasial dilakukan dengan bantuan Sistem Informasi Geografis(SIG)untukmemetakanpersebarankawasankumuhdanlokasikeluarga berisiko stunting.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kota Mantuil memiliki kondisi lingkungan fisik yang tidak memadai, dengan kepadatan bangunan yang tinggi dan akses terbatas terhadap air bersih dan sanitasi. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian (p=0,003), akses sanitasi (p=0,046), pengelolaan sampah (p=0,027), dengan frekuensi keluarga yang berisiko mengalami stunting pada anak. Sementara itu, variabel kualitas bangunan rumah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=1,000).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik permukiman kumuh memilikihubungannyataterhadappeningkatanrisikostuntingpadakeluarga.Oleh karena itu, peningkatan kualitas lingkungan permukiman, penyediaan air bersih, serta perbaikan sistem sanitasi perlu menjadi prioritas dalam upaya pencegahan stunting di kawasan perkotaan.

 

Katakunci:permukimankumuh,stunting,karakteristiklingkungan,Chi-Square, Banjarmasin Selatan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI