DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS METODE EVALUASI VISUAL DAN PENGEMBANGAN MODEL INSPEKSI DIGITAL UNTUK PENILAIAN KONDISI BANGUNAN GEDUNG NEGARA PADA DPUPR KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | HABIBIE BUDI NURHAKIM | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-30 |
Penilaian kondisi Bangunan Gedung Negara (BGN) yang dilakukan oleh DPUPR Kota
Banjarmasin saat ini masih mengandalkan sistem manual berbasis kertas yang memiliki
dua kelemahan fundamental. Pertama, kelemahan metodologis, di mana instrumen
penilaian memiliki pembobotan yang secara keliru didasarkan pada Rencana Anggaran
Biaya (RAB), bukan pada tingkat kepentingan fungsional atau keselamatan komponen.
Kedua, kelemahan proses, di mana sistem manual rentan terhadap human error, lambat,
dan menghasilkan data yang sulit dikelola. Penelitian terapan ini bertujuan untuk
mengidentifikasi dan menyeleksi komponen bangunan esensial untuk BGN klasifikasi
sederhana, menentukan bobot kepentingan objektif untuk setiap komponen menggunakan
metode AHP, dan merancang sebuah model prototipe inspeksi digital fungsional yang
menjamin integritas, validitas, dan keamanan data.
Penelitian ini menggunakan desain sekuensial eksploratoris (Kualitatif → Kuantitatif →
Pengembangan). Tahap kualitatif awal adalah studi literatur dan analisis dokumen untuk
menyusun daftar komponen awal. Daftar ini kemudian divalidasi dan direduksi pada tahap
kuantitatif pertama menggunakan metode Cut-Off Point (COP) melalui survei ahli. Pada
tahap kuantitatif kedua, daftar komponen final di bobotkan menggunakan Analytic
Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan vektor prioritas. Tahap akhir adalah
pengembangan prototipe digital fungsional menggunakan Google Sheets sebagai platform
rapid prototyping. Prototipe ini direkayasa dengan fitur fungsional untuk menjamin
validitas data (Data Validation), integritas data (Protected Ranges), dan akuntabilitas
(Version History).
Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 33 sub-komponen esensial untuk BGN dengan
klasifikasi sederhana melalui uji Cut-Off Point, hasil pembobotan Analytic Hierarchy
Process (AHP) menetapkan Komponen Struktural sebagai kriteria paling kritis dengan
bobot kepentingan 48,16%, dan validasi lapangan melalui studi kasus membuktikan
prototipe digital yang dikembangkan 15,38% lebih efisien secara waktu (menghemat 10
menit total siklus) dan lebih valid secara metodologis, menghasilkan skor kerusakan
69,51% dibandingkan 60,19% pada sistem manual berbasis RAB . Model baru ini terbukti
menyediakan dasar pengambilan keputusan yang lebih objektif dan akurat bagi DPUPR
Kota Banjarmasin.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI