DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS STATISTIK KOMPOSISI MINYAK ATSIRI DAUN LIMAU KUIT MENGGUNAKAN DATA GC-MS PADA VARIASI SUHU DAN WAKTU DISTILASI UAP-AIR | |
| PENGARANG | : | MOHAMAD NOOR YASIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-31 |
ANALISIS STATISTIK KOMPOSISI MINYAK ATSIRI DAUN LIMAU KUIT MENGGUNAKAN DATA GC-MS PADA VARIASI SUHU DAN WAKTU DISTILASI UAP-AIR (Oleh: Mohamad Noor Yasin; Pembimbing: Kholifatu Rosyidah, S.Si, M.Si. dan Drs. Taufiqur Rohman, M.Si.; 2026; 42 halaman)
Limau kuit merupakan jenis jeruk khas Kalimantan Selatan yang umum dimanfaatkan sebagai penyedap masakan karena aromanya. Namun, limau kuit hanya berbuah lebat satu kali dalam setahun. Selain bagian buah, daun limau kuit juga memiliki aroma khas, sehingga pemanfaatan daun yang melimpah sepanjang tahun menjadi sumber potensial untuk produksi minyak atsiri. Minyak atsiri dari daun limau kuit dapat diekstraksi dengan metode distilasi uap-air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu dan waktu distilasi terhadap komposisi, mengetahui senyawa dominan, serta dugaan senyawa penyebab bau khas pada minyak atsiri dari daun limau kuit berdasarkan analisis GC-MS. Data penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) faktorial dengan dua variasi suhu yaitu T1 (45–60?°C) dan T2 (60–70?°C), empat variasi waktu yaitu 3 jam, 4 jam, 5 jam, dan 6 jam. Masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan, sehingga terdapat 24 sampel yang dianalisis dengan GC-MS. Data yang dihasilkan berupa persentase area (% Area) senyawa yang kemudian diuji dengan PERMANOVA dan ANOVA. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan waktu distilasi 3 jam berbeda secara signifikan dengan 6 jam terhadap komposisi minyak atsiri berdasarkan % Area pada taraf signifikansi 5 %. Sehingga perlakuan distilasi suhu 60-70 °C dengan waktu 5 jam sangat disarankan. Senyawa γ-terpinene sebagai senyawa dominan dengan nilai % Area sebesar 26,47 ± 2,50 %. Terdapat 17 senyawa yang menunjukkan konsistensi % Area di semua sampel distilat yang diduga kuat sebagai penyebab bau khas, yaitu: α-fellandrena; 3-karena; β-fellandrena/2-tujena; sabinena; (−)-β-pinena; α-terpinena; D-limonena; β-osimena/siklofenkena; γ-terpinena; terpinolena/trimetil(2-metil-1-propenilidena)-siklopropana; terpinen-4-ol; δ-elemena; guaia-10(14),11-diena; kariofilena; humulena/1,4,7-siklo-undekatriena, 1,5,9,9-tetrametil-, Z,Z,Z-; δ-kadinena; dan τ-kadinol asetat.
Kata Kunci: minyak atsiri, daun limau kuit, distilasi uap-air, γ-terpinena, GC-MS
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI