DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | POTENSI PLAJAU (PENTASPADON MOTLEYI) DAN PEMANFAATAN DI DESA BARUNANG II KABUPATEN KUALA KAPUAS | |
| PENGARANG | : | AGUSTINA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-01 |
ABSTRAK
Agustina, 2026. Potensi Plajau (Pentaspadon motleyi) dan Pemanfaatannya di Desa Barunang II, Kabupaten Kuala Kapuas. Tesis. Program Pascasarjana Ilmu Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. Badaruddin, S.Hut., M.P. dan Dr. Arfa Agustina Rezekiah, S.Hut., M.P.
Kata kunci: Plajau, ekosistem riparian, struktur populasi, kearifan lokal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekologis dan pola pemanfaatan plajau (Pentaspadon motleyi) pada ekosistem riparian Sungai Sirat di Desa Barunang II, Kabupaten Kuala Kapuas. Fokus penelitian meliputi struktur populasi, karakteristik komunitas vegetasi pendamping, regenerasi alami, serta hubungan timbal balik antara pemanfaatan tradisional masyarakat dan profil ilmiah tumbuhan plajau.Penelitian dilakukan melalui survei vegetasi pada seluruh tingkat pertumbuhan, yaitu semai, pancang, tiang, dan pohon. Parameter yang dianalisis meliputi kerapatan, frekuensi, dominansi, dan Indeks Nilai Penting (INP), serta Indeks Keanekaragaman (H’), Kekayaan (R), dan Kemerataan (E) untuk menilai stabilitas ekosistem riparian. Pola pemanfaatan Plajau dianalisis melalui wawancara dengan masyarakat Dayak Ngaju menggunakan pendekatan analisis hubungan timbal balik (reciprocity analysis), yang didukung oleh uji laboratorium terhadap kandungan gizi biji Plajau.Hasil penelitian menunjukkan bahwa plajau merupakan spesies dominan pada seluruh tingkat pertumbuhan dengan total 421 individu dan INP tertinggi sebesar 216,39% pada tingkat pohon.Regenerasi alami tergolong terbatas, ditunjukkan oleh penurunan populasi sebesar 65,9% dari fase semai ke pancang akibat tekanan antropogenik, terutama pengambilan biji secara masif dan injakan. Keanekaragaman jenis tergolong rendah pada sebagian besar tingkat pertumbuhan (H’ < 1), kecuali pada tingkat pancang yang menunjukkan keanekaragaman sedang (H’ = 1,37). Masyarakat memanfaatkan plajau secara multiguna sebagai sumber pangan, komoditas ekonomi, dan bahan kerajinan, dengan adanya aturan lokal terkait batasan konsumsi. Hasil analisis gizi mengonfirmasi peran plajau sebagai sumber energi. Penelitian ini merekomendasikan perlindungan pohon induk, pengaturan jalur panen, dan pengayaan jenis lokal untuk menjaga stabilitas ekosistem riparian dan keberlanjutan pemanfaatan Plajau.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI