DIGITAL LIBRARY



JUDUL:IMPLEMENTASI PENGELOLAAN PELAYANAN DALAM PEREKAMAN DAN PERCETAKAN KTP-EL MELALUI INOVASI PAKASAM
PENGARANG:FIRDHA NORHAZIAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-02


Firdha Norhaziah, 2210411220040, 2026. Implementasi Pengelolaan Pelayanan Dalam Perekaman Dan Percetakan KTP-EL Melalui Inovasi PAKASAM. Dibawah Bimbingan Sugiannor.

Pelayanan administrasi kependudukan, khususnya perekaman dan pencetakan KTP-EL merupakan pelayanan dasar yang harus diberikan secara efektif dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Keterbatasan waktu masyarakat pada hari kerja mendorong DISDUKCAPIL Kota Banjarmasin menghadirkan inovasi PAKASAM (Palayanan Kada Sing Ampihan) sebagai upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengelolaan pelayanan perekaman dan pencetakan KTP-EL melalui inovasi PAKASAM serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaannya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah pegawai DISDUKCAPIL Kota Banjarmasin yakni Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, pengawas lapangan PAKASAM, petugas pelaksana PAKASAM, Kemudian masyarakat sebagai pengguna layanan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Miles dan Huberman, yaitu melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengelolaan pelayanan perekaman dan pencetakan KTP-el melalui inovasi PAKASAM secara umum telah berjalan cukup baik. Analisis implementasi dilakukan dengan menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III yaitu: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa faktor penghambat, antara lain gangguan jaringan yang memengaruhi proses perekaman dan pencetakan KTP-el, keterbatasan lokasi pelayanan yang berada di kawasan publik dan wisata, pembatasan kuota pelayanan harian, ketidakteraturan sistem antrean, serta belum tersedianya media informasi cetak yang memadai, sehingga berdampak pada kelancaran pelayanan dan pemahaman masyarakat terhadap jenis layanan yang disediakan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar DISDUKCAPIL Kota Banjarmasin meningkatkan kapabilitas petugas pelayanan melalui penambahan jumlah petugas yang kompeten dalam perekaman dan pencetakan KTP-el. Selain itu, diperlukan dukungan sarana pendukung pelayanan, penerapan sistem nomor antrean yang jelas, serta penyediaan media informasi pelayanan guna meningkatkan ketertiban, kelancaran, dan pemahaman masyarakat terhadap layanan PAKASAM.

Kata Kunci: Implementasi pengelolaan pelayanan, Inovasi PAKASAM, KTP-EL, Pelayanan administrasi kependudukan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI