DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGEMBANGAN TEKNOLOGI REFUSE DERIVED FUEL (RDF) DARI LIMBAH BIOMASSA DENGAN PEMANFAATAN BAHAN PEREKAT LIMBAH PLASTIK DALAM MENGHASILKAN ENERGI BARU TERBARUKAN (EBT)
PENGARANG:NASRULLAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-03


Krisis energi dan kebutuhan peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi pendorong utama pemanfaatan limbah biomassa sebagai bahan baku Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mendukung transisi energi berkelanjutan di sektor industri. Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi signifikan limbah veneer kayu, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), dan pelepah sawit yang dapat dikonversi menjadi sumber energi alternatif dengan nilai ekonomi dan lingkungan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik bahan baku RDF berdasarkan hasil uji proksimat, nilai kalor, morfologi, dan komposisi unsur, serta menentukan formulasi RDF briket paling optimal untuk aplikasi co-firing pada industri semen. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–November 2025 dengan pengambilan sampel di PT Hutan Rindang Banua dan PT Kodeco Agrojaya Mandiri, serta pengujian di Laboratorium Terpadu Universitas Lambung Mangkurat dan Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru. Metode penelitian meliputi teknik purposive–composite sampling, uji proksimat, pengujian nilai kalor menggunakan bomb calorimeter, pembuatan briket RDF dengan tiga variasi komposisi 1 (Vr45 : Tk25 : Pl20 : Ps10), 2 (Vr40 : Tk30 : Pl20 : Ps10), dan 3 (Vr35 : Tk35 : Pl20 : Ps10), serta analisis morfologi dan komposisi unsur menggunakan SEM dan EDX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh bahan memiliki kadar air dan abu dalam batas optimal, dengan dominasi karbon lebih dari 80% yang mencerminkan karakter biomassa lignoselulosa. Komposisi 1 menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 7.170,36 kkal/kg, melampaui standar minimum RDF untuk co-firing industri semen sebesar 4.300 kkal/kg. Proporsi veneer yang lebih tinggi meningkatkan kandungan lignin dan karbon terikat (fixed carbon), yang berpengaruh terhadap peningkatan densitas, homogenitas struktur, serta kestabilan termal bahan bakar. Unsur mineral minor seperti K, Ca, dan Si turut berperan dalam reaktivitas pembakaran dan pembentukan abu. Secara keseluruhan, RDF berbasis biomassa lokal Tanah Bumbu dinilai layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti sebagian batubara dalam proses produksi semen. Disarankan penelitian lanjutan dilakukan untuk optimasi tekanan pemadatan, suhu pengeringan, serta pemanfaatan perekat alami berbasis biomassa, disertai uji pembakaran skala industri guna menilai efisiensi energi, emisi gas buang, dan kelayakan teknis RDF dalam mendukung kebijakan energi bersih dan pengelolaan limbah berkelanjutan di Indonesia.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI