DIGITAL LIBRARY



JUDUL:DIVERSI PADA ANAK SEBAGAI PELAKU DAN SEKALIGUS KORBAN TINDAK PIDANA DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK
PENGARANG:MUHAMMAD ALIEF RIZQY
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-04


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan diversi dalam kasus anak

yang berada dalam posisi ganda sebagai pelaku dan korban, serta melihat sejauh

mana sistem peradilan pidana anak mampu memberikan perlindungan hukum yang

adil dan berimbang bagi mereka. Dalam penulisan ini dengan menggunakan

penelitian hukum normatif dengan tipe penelitian kekaburan norma/aturan, dengan

sifat penelitian preskriptip dan deskriptif dengan pendekatan perundang-undangan

dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum menggunakan primer, sekunder

dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan bahan hukum dengan studi

kepustakaan. Pengelolaan dan analisis bahan hukum dianalisis dengan

menggunakan metode analisis secara normatif kualitatif.

Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, Anak pelaku tindak pidana

dalam Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) merupakan subjek hukum yang

dapat dimintai pertanggungjawaban pidana, namun memiliki kedudukan khusus

dibandingkan dengan tersangka dewasa. Sebagai Anak yang Berhadapan dengan

Hukum (ABH), anak pelaku tetap berhak atas perlindungan hukum dan dapat

dikenakan asas penghapus kesalahan dalam kondisi tertentu. Oleh karena itu, proses

peradilannya harus mempertimbangkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak serta

ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Kedua, Anak pelaku tindak

pidana yang sekaligus menjadi korban tetap harus mempertanggungjawabkan

perbuatannya. Namun, dalam proses peradilan, diversi dapat diterapkan tidak hanya

berdasarkan UU SPPA, tetapi juga melalui pendekatan restoratif justice dan asas

kepentingan terbaik bagi anak.

Kata Kunci (Keywords) : Diversi, Restorative Justice, Anak Berhadapan dengan anak (ABH).

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI