DIGITAL LIBRARY



JUDUL:AKIBAT HUKUM HAK CIPTA DALAM TRANSFORMASI LAGU MENJADI GABUNGAN (REMIX) TANPA SEIZIN PENCIPTA PERTAMA
PENGARANG:FADIA RAHMA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-05


Perkembangan teknologi digital dan media social telah mendorong meningkatnya

praktik remix lagu yang kerap dilakukan tanpa izin pencipta pertama atau pemegang

hak cipta. Fenomena ini menimbulkan permasalahan hukum terkait perlindungan hak

cipta, khususnya mengenai kedudukan remix sebagai karya turunan serta potensi

kerugiabn yang dialami oleh pencipta pertama. Penelitian ini menggunakan metode

penelitian yuridis normative dengan pendekatan perundang-undangan (statue

approach). Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum premier berupa

Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak Cipta serta bahan hukum sekunder

berupa buku, jurnal hukum, skripsi dan sumber hukum lainnya. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa lagu yang diubah ke bentuk gabungan (remix) dapat dikategorikan

sebagai karya turunan sebagaiman diatur dalam pasal 40 Undang-undang Nomor 28

Tahun 2014 tentang Hak Cipta, namun pembuatannya wajib memperoleh izin dari

pencipta pertama atau pemegang hak cipta atas lagu asli. Perbuatan DJ atau pihak lain

yang melakukan remix tanpa izin berpotensi melanggar hak ekonomi dan hak moral

pencipta pertama serta dapat menimbulkan kerugian materiil dan immaterial. Oleh

karena itu, diperlukan kepastian hukum dan kesadaran hukum bagi pelaku industri

musil digital agar perlindungan hak cipta dapat berjalan secara optimal.

Kata Kunci: Hak Cipta, Karya Turunan, Lagu Remix, Pencipta Pertama

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI