DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH TEMPERATUR DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP KELELAHAN DAN KEKERASAN PADA BAJA AISI 1020
PENGARANG:ISKANDAR TAKHZDIM
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-05


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variasi temperatur perlakuan panas serta perbedaan media pendingin terhadap perubahan sifat mekanik baja AISI 1020, khususnya pada aspek kekerasan dan ketahanan kelelahan (fatigue). Baja AISI 1020 merupakan baja karbon rendah yang banyak digunakan pada komponen mesin yang bekerja dalam kondisi beban berulang, sehingga pemahaman mengenai perubahan sifat mekanik akibat perlakuan panas sangat diperlukan. Pada penelitian ini, spesimen baja AISI 1020 dipanaskan pada tiga variasi temperatur yaitu 750°C, 800°C, dan 850°C, kemudian didinginkan secara cepat menggunakan dua jenis media pendingin yang berbeda, yaitu air dan oli. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan Portable Hardness Tester, sedangkan pengujian kelelahan dilakukan menggunakan mesin Rotary Bending Fatigue dengan beban konstan sebesar 20 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur dan media pendingin memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekerasan. Kenaikan temperatur austenisasi menyebabkan meningkatnya nilai kekerasan pada kedua media pendingin, namun pendinginan menggunakan air menghasilkan nilai kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan oli. Hal ini disebabkan oleh laju pendinginan air yang lebih cepat sehingga mempercepat pembentukan struktur mikro yang lebih keras. Pada pengujian kelelahan, sampel dengan nilai kekerasan tinggi justru menunjukkan umur lelah yang lebih rendah. Spesimen yang didinginkan dengan air mengalami patah lebih cepat dibandingkan dengan spesimen yang didinginkan dengan oli. Pendinginan dengan oli menghasilkan struktur mikro yang lebih ulet sehingga dapat menahan beban siklik lebih lama sebelum mengalami kegagalan.                                                                                Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur perlakuan panas dan semakin cepat laju pendinginan, maka nilai kekerasan material akan semakin meningkat. Namun, peningkatan kekerasan tidak selalu diikuti dengan peningkatan umur lelah, karena material yang lebih keras umumnya lebih getas dan mudah mengalami retak akibat beban berulang. Oleh karena itu, pemilihan temperatur perlakuan panas dan media pendingin perlu disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi komponen, terutama bila komponen tersebut bekerja di bawah beban siklik.

Kata kunci: Baja AISI 1020, perlakuan panas, quenching, kekerasan, kelelahan, media pendingin

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI