DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KAJIAN HABITAT RELOKASI OWA KELAWET (Hylobates muelleri) DI TAMAN WISATA ALAM PULAU SUWANGI KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:MURLIANI.S
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-05


Murliani S. 2026. Kajian Habitat Relokasi Owa Kelawet (Hylobates muelleri) di Taman Wisata Alam Pulau Suwangi, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Tesis Program Studi Magister Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Komsisi pembimbing oleh Dr. H. Abdi Fithria S.Hut., Pertama M.P., dan Prof. Dr. Ir. Yudi Firmanul Arifin, M. Sc. Kedua.

 

Kata kunci:Kajian Habitat, Karakteristik Habitat, TWA Pulau Suwangi, Relokasi Owa Kelawet.

 

Owa Kelawet (Hylobates muelleri) merupakan primata endemik Kalimantan dengan status Endangered (EN) dalam IUCN Red List dan dilindungi dalam CITES Appendix I. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis ekologi kuantitatif (NDVI, LST, indeks keanekaragaman) dengan evaluasi sosial-ekologis gangguan habitat, sehingga memberikan dasar ilmiah yang lebih presisi untuk strategi relokasi Owa Kelawet di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Suwangi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik habitat, struktur vegetasi dan potensi gangguan yang mempengaruhi keberhasilan relokasi Owa.

 

Pendekatan integratif digunakan dengan menggabungkan analisis penginderaan jauh untuk Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Land Surface Temperature (LST) dan tutupan lahan serta survei lapangan untuk keanekaragaman vegetasi dan profil tajuk. Hasil penelitian mengungkap temuan kritis: meskipun secara spasial 77,16% wilayah memiliki vegetasi sangat rapat, secara fungsional terjadi ketimpangan komposisi di mana vegetasi pakan hanya mencakup 32% dari total strata pertumbuhan, sedangkan 68% didominasi jenis non-pakan. Hal ini mengindikasikan bahwa kerapatan vegetasi tinggi tidak berbanding lurus dengan kapasitas tampung (carrying capacity) nutrisi bagi Owa.

 

Analisis stratifikasi tajuk menunjukkan struktur vertikal yang kompleks (strata B hingga E), namun terbatasnya ketersediaan jenis pakan menjadi faktor pembatas utama bagi optimalisasi ruang jelajah. Penelitian menyimpulkan bahwa TWA Pulau Suwangi memerlukan intervensi berupa penanaman pengayaan jenis pohon pakan (enrichment planting), pengelolaan predator serta mitigasi gangguan masyarakat pada area sensitif (9,86% dari total area). Temuan ini menjadi landasan teknis bagi pengelola dalam menyusun protokol pengelolaan habitat berbasis daya dukung pakan untuk menjamin keberlanjutan dan keberhasilan relokasi Owa.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI