DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | POLA INTERAKSI SOSIAL KELOMPOK PENGUPAS BAWANG DI KAMPUNG PELANGI BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD ABDALLAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-05 |
Interaksi sosial merupakan fondasi utama terbentuknya kehidupan bermasyarakat, sebab manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri tanpa hubungan dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pola interaksi sosial kelompok pengupas bawang di Kampung Pelangi Banjarbaru, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya pola interaksi sosial tersebut.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Pemilihan sumber data menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan kunci, kemudian dikembangkan menggunakan teknik snowball sampling untuk memperoleh informan lanjutan yang relevan, dengan jumlah keseluruhan informan sebanyak 7 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pola interaksi sosial kelompok pengupas bawang di Kampung Pelangi Banjarbaru terbagi dalam dua bentuk utama, yaitu: (a) pola asosiatif berupa kerja sama, solidaritas dan rasa kekeluargaan, kebersamaan. serta (b) pola disosiatif berupa kontravensi dalam hubungan kerja serta upaya menjaga keseimbangan hubungan kerja. (2) Faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya pola interaksi sosial antara lain: (a) faktor ekonomi, yakni kebutuhan tambahan penghasilan keluarga; (b) faktor sosial, berupa kebutuhan akan kebersamaan dan dukungan sesama.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1)Bagi kelompok pengupas bawang, diharapkan dapat terus menjaga solidaritas, rasa kebersamaan, dan semangat tolong-menolong yang sudah terbentuk, sehingga dapat memperkuat hubungan sosial sekaligus meningkatkan kualitas kerja (2) Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dikembangkan lebih jauh dengan meninjau aspek lain yang memengaruhi interaksi sosial, misalnya faktor budaya, gender, maupun peran teknologi dalam aktivitas kelompok.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI