DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bongkang Kabupaten Tabalong | |
| PENGARANG | : | ILHAM ANSYARUL HAKIM | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-06 |
ILHAM ANSYARUL HAKIM. 2025. Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bongkang Kabupaten Tabalong. Pembimbing (1) Dr. Irma Febrianty, S.Pi, M.P; Pembimbing (2) Dr. Rizqi Puteri Mahyudin, S.Si, M.S.; Pebimbing (3) Dr.Ir. Achmad Syamsu Hidayat, M.P
Permasalahan sampah menjadi tantangan krusial di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan jumlah penduduk lebih dari 260.000 jiwa, diperkirakan timbulan sampah domestik mencapai sekitar 55.000 ton per tahun, atau 150 ton per hari. Volume ini sebagian besar berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bongkang, yang saat ini menjadi satu-satunya lokasi pembuangan sampah skala kabupaten. TPA Bongkang telah melayani pembuangan sampah dari 12 kecamatan dan mengalami overload dengan ketinggian timbunan sampah mencapai 15 meter. Permasalahan utama yang muncul akibat akumulasi sampah adalah terbentuknya lindi yaitu cairan hitam pekat hasil dekomposisi sampah organik dan proses peresapan air hujan melalui tumpukan sampah. Air lindi mengandung berbagai parameter pencemar seperti BOD, COD, TSS, amonia, logam berat, dan bahan beracun lainnya yang dapat mencemari air tanah, air permukaan, dan lingkungan sekitar jika tidak diolah dengan baik. Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) dibangun untuk mengatasi permasalahan tersebut dan sebagai sistem pengolahan yang dirancang khusus untuk menurunkan kandungan zat pencemar dalam air lindi sebelum dibuang ke lingkungan. Tujuan dari penelitian adalah membandingkan hasil uji parameter air lindi dan menganalisis efisiensi penyisihan terhadap kinerja IPL. Peneltian dilakukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bongkang Kabupaten Tabalong. Hasil uji parameter penelitian dibandingkan dengan baku mutu Permen LHK Nomor P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 dan efisiensi penyisihan menggunakan rumus konsentrasi inlet dan outlet dibagi konsentrasi inlet. Hasil menunjukkan bahwa Parameter air lindi seperti pH, merkuri, dan kadmium tidak melebihi baku mutu, namun pada inlet nilai BOD, COD, TSS, dan nitrogen total masih sangat tinggi, terutama pada periode Agustus–Februari yang menjadi kondisi paling ekstrem karena mencakup peralihan akhir musim kemarau ke awal musim hujan. Nilai parameter tersebut memang menunjukkan penurunan signifikan pada outlet, tetapi masih melampaui baku mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016. Dari sisi kinerja, efisiensi penyisihan IPAL pada tahun 2024 masih tergolong baik dengan penyisihan BOD, COD, TSS, dan nitrogen total yang relatif tinggi, namun terjadi penurunan efisiensi yang drastis pada tahun 2025 yang mengindikasikan sistem mulai jenuh, sehingga proses biologis dan fisik tidak lagi optimal, terutama pada parameter BOD dan COD sebagai indikator utama efektivitas pengolahan air lindi.
Kata kunci : Intalasi Pengolahan Lindi, TPA Bongkang, Efisiensi Penyisihan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI