DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STABILITAS KOMUNITAS MIKROBIOMA INDIGENOUS RIZOSFER SELEDRI (Apium graveolens L.) SIMTOMATIK DAN ASIMTOMATIK PURU AKAR MELALUI PENDEKATAN METAGENOMIK | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RIZKI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-06 |
Rizosfer merupakan zona peralihan antara akar tanaman dan tanah yang dihuni oleh komunitas mikroorganisme dengan peran penting dalam menjaga fungsi ekosistem tanah dan kesehatan tanaman. Pada tanaman seledri (Apium graveolens L.), komunitas mikrobioma rizosfer berinteraksi dengan faktor biotik, termasuk nematoda puru akar (Meloidogyne spp.), yang berpotensi memengaruhi struktur dan stabilitas komunitas mikroba. Namun, informasi mengenai keragaman dan stabilitas mikrobioma indigenous rizosfer seledri pada kondisi lapangan di Kalimantan Selatan masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman komunitas mikrobioma indigenous rizosfer seledri pada tanaman dengan kondisi simtomatik dan asimtomatik puru akar berdasarkan indeks keragaman alfa, mengevaluasi stabilitas komunitas mikrobioma indigenous rizosfer seledri terhadap gangguan biotik berupa infestasi nematoda puru akar berdasarkan konsistensi nilai indeks keragaman alfa, serta menganalisis hubungan antara sifat edafik tanah dengan keragaman dan stabilitas komunitas mikrobioma indigenous rizosfer seledri.
Penelitian dilaksanakan di tiga lokasi pertanaman seledri di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pengambilan sampel tanah rizosfer dilakukan secara purposive pada tanaman seledri dengan kondisi simtomatik dan asimtomatik puru akar. Sampel tanah rizosfer dikompositkan berdasarkan kondisi tanaman dan lokasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan shotgun metagenomik. Analisis keragaman alfa dilakukan berdasarkan hasil klasifikasi taksonomi tingkat spesies menggunakan perangkat lunak Kraken2 dengan indeks richness (S), Shannon (H’), dan Simpson (D-1). Analisis sifat edafik tanah meliputi pH tanah, C-Organik, N-Total, C/N Rasio, P-tersedia, KTK dan tekstur tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel tanah rizosfer seledri memiliki tingkat keragaman mikrobioma yang relatif tinggi, ditunjukkan oleh nilai indeks Shannon yang tinggi dan indeks Simpson yang mendekati satu. Konsistensi nilai indeks keragaman alfa pada tanaman simtomatik dan asimtomatik mengindikasikan bahwa komunitas mikrobioma indigenous rizosfer seledri memiliki struktur yang kompleks dan relatif stabil terhadap gangguan biotik berupa infestasi nematoda puru akar. Selain itu, variasi sifat edafik tanah menunjukkan keterkaitan dengan pola keragaman dan stabilitas komunitas mikrobioma rizosfer. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai karakteristik keragaman dan stabilitas mikrobioma indigenous rizosfer seledri di Kalimantan Selatan sebagai dasar bagi penelitian lanjutan dan pengembangan pertanian berkelanjutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI