DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI DAN LIMBAH BUAH KELAPA SAWIT (FIBER) SEBAGAI KOMPOSISI BAHAN PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL
PENGARANG:MUHAMMAD SEPTIYANOOR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-02-06


Peningkatan kebutuhan kayu sebagai bahan baku industri konstruksi dan furnitur tidak sebanding dengan

ketersediaan hutan alam, sehingga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap kelestarian hutan dan risiko

deforestasi. Oleh karena itu, diperlukan bahan baku alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pemanfaatan limbah sekam padi dan fiber buah kelapa sawit merupakan salah satu solusi potensial karena

keduanya merupakan bahan berlignoselulosa yang tersedia melimpah di Indonesia namun belum dimanfaatkan

secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sekam padi dan fiber buah kelapa sawit sebagai

bahan baku alternatif papan partikel serta mengevaluasi pengaruh variasi komposisi terhadap sifat fisik dan

mekanik papan partikel. Penelitian dilaksanakan di Balai Riset dan Standarisasi Industri Banjarbaru, Laboratorium

Analisis Kimia dan Lingkungan Industri Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Pertanian Universitas

Lambung Mangkurat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan

tiga variasi komposisi bahan, yaitu sekam padi:fiber kelapa sawit (70:30), (50:50), dan (30:70), masing-masing

dengan tiga ulangan. Perekat yang digunakan adalah Polyvinyl Acetate (PVAc) sebesar 40% dari berat total papan.

Parameter yang diuji meliputi kadar air, kerapatan, pengembangan tebal, Modulus of Elasticity (MOE), dan

Modulus of Rupture (MOR) berdasarkan SNI 03-2105-2006. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf

nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi bahan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar

air dan kerapatan papan partikel. Namun, perbedaan komposisi mempengaruhi pengembangan tebal serta sifat

mekanik (MOE dan MOR).

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI