DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PRARANCANGAN PABRIK PROPENA DARI 2-PROPANOL DENGAN PROSES DEHIDRASI DENGAN KAPASITAS 63.000 TON/TAHUN | |
| PENGARANG | : | CHACHAY TALIA LALIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-06 |
Propena merupakan gas hidrokarbon tak jenuh dari golongan alkena yang berupa cairan yang tidak berwarna, mudah terbakar, dan berbau seperti bensin. Propena banyak digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan plastik polipropilena serta berbagai produk kimia industri. Melihat dari banyaknya kebutuhan propena di Indonesia, maka pembangungan pabrik propena sangatlah penting. Senyawa ini dapat diproduksi menggunakan proses dehidrasi dari 2-propanol dengan bantuan katalis C1-450. Reaksi ini berlangsung pada Fixed Bed Multitube Reactor (FBMR) pada suhu 250? dan tekanan 1 atm. Reaksi berlangsung secara endotermis dan menggunakan brine water sebagai media pendingin. Proses ini menghasilkan konversi reaksi 90% dengan kemurnian mencapai 99%. Dengan kapasitas produksi 63.000 ton/tahun, pabrik ini akan dirancang untuk memenuhi sebagian besar keutuhan domestik dan mengurangi ketergantungan impor. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan propena yaitu 2-propanol sebanyak 13558,7355 kg/jam. Pabrik beroperasi selama 330 hari pertahun. Lokasi yang dipilih untuk mendirikan pabrik ini berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dengan luas 32.973 m2. Kebutuhan air utilitas diambil dari Sungai Citarum sebanyak 29630,36 kg/jam. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 135 orang dan bentuk Perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staf. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik propena di atas dibutuhkan modal tetap sebesar Rp. 2.601.244.356.145, sedangkan untuk modal kerja sebesar Rp. 1.120.091.698.388. Total manufacturing cost yaitu sebesar Rp. 3.510.306.695.144. Biaya yang dikeluarkan untuk produksi yaitu sebesar Rp. 4.170.592.264.058 dengan total harga jual produk sebesar Rp. 5.040.000.000.000. Keuntungan yang diperoleh dari pendirian pabrik ini yaitu keuntungan sebelum pajak sebesar Rp. 405.397.725.503 dan sesudah pajak sebesar Rp. 390.382.994.929. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik propena didapatkan nilai Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 15,01%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak selama 4,35 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 57,06% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 25,81%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI