DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENENTUAN PUSAT-PUSAT PERTUMBUHAN UNTUK PENGEMBANGAN WILAYAH HINTERLAND KOTA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | BAYU PONCO PURNAWIRAWAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-10 |
Bayu Ponco Purnawirawan, 2025, NIM 2010416310045, Penentuan Pusat-Pusat Pertumbuhan Untuk Pengembangan Wilayah Hinterland Kota Banjarbaru, Pembimbing: Dr. Nasruddin, M.Sc.
Ketidakseimbangan perkembangan antar wilayah perkotaan masih menjadi tantangan krusial dalam proses perencanaan pembangunan, terutama pada kota-kota yang tumbuh pesat dan memiliki peran strategis dalam sistem wilayah yang lebih luas. Dalam konteks tersebut, Kota Banjarbaru yang semakin menguat posisinya sebagai simpul perkotaan di Provinsi Kalimantan Selatan memerlukan kajian yang mampu menata arah pengembangan ruang secara lebih terencana. Salah satu upaya yang diperlukan adalah penentuan pusat-pusat pertumbuhan yang berfungsi sebagai penggerak pembangunan bagi wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk mengkaji kecamatan-kecamatan yang berperan sebagai pusat pertumbuhan serta menelaah intensitas hubungan dan interaksi spasial antar kecamatan di Kota Banjarbaru.
Metode penelitian yang digunakan merupakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sensus dan survei sebagai dasar pengumpulan data. Analisis data dilakukan menggunakan metode skalogram dan indeks sentralitas untuk mengidentifikasi tingkat kelengkapan fasilitas serta menentukan wilayah yang berperan sebagai pusat pertumbuhan. Selanjutnya, model gravitasi digunakan untuk menganalisis besarnya interaksi antara wilayah kecamatan, sehingga dapat diketahui hubungan fungsional serta tingkat keterkaitan antarwilayah dalam sistem perkotaan yang diteliti. Pendekatan ini memungkinkan penyajian hasil penelitian secara objektif dan terukur sesuai dengan tujuan analisis wilayah.
Berdasarkan hasil analisis skalogram dan indeks sentralitas, struktur pusat pertumbuhan di Kota Banjarbaru membentuk pola hirarki yang relatif jelas dan terstratifikasi. Kecamatan Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, dan Landasan Ulin menempati Hirarki I sebagai pusat pertumbuhan utama, yang ditunjukkan oleh tingkat kelengkapan fasilitas pelayanan serta nilai indeks sentralitas yang paling tinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan mencatat nilai indeks sentralitas tertinggi, diikuti oleh Landasan Ulin sebagai pusat pertumbuhan utama dengan intensitas pelayanan yang juga kuat. Kecamatan Cempaka berada pada Hirarki II dan berfungsi sebagai pusat pertumbuhan sekunder dengan peran pelayanan yang lebih terbatas, sedangkan Kecamatan Liang Anggang berada pada Hirarki III dan berperan sebagai wilayah hinterland. Hasil analisis gravitasi memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa interaksi spasial paling kuat terjadi antar pusat pertumbuhan utama, khususnya antara Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan, sementara hubungan antara pusat pertumbuhan dan wilayah hinterland memiliki intensitas yang lebih rendah dan bervariasi sesuai dengan faktor jarak dan besaran penduduk.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI