DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN DAN ARAHAN PERBAIKANNYA DI CAGAR ALAM PARARAWEN I DAN II KABUPATEN BARITO UTARA | |
| PENGARANG | : | CHRISTIAN HADINATA YANDENG | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-11 |
ABSTRAK
CHRISTIAN HADINATA YANDENG, 2025. “Analisis Perubahan Penutupan Lahan dan Arah Perbaikannya di Cagar Alam Pararawen I dan II Kabupaten Barito Utara”. Tesis. Program Studi Magister Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing:Dr. H. Abdi Fithria, S. Hut., M.P. dan Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ruslan, M.S.
Kata kunci : Perubahan penutupan lahan; Cagar Alam Pararawen; Penginderaan jauh; Sosial-ekonomi; Strategi Pengelolaan
Implikasi ekologis perubahan penutupan lahan di kawasan konservasi Cagar Alam Pararawen I dan II berupa degradasi hidrologi, fragmentasi habitat, penurunan keanekaragaman hayati, pelepasan emisi karbon, dan berkurangnya jasa lingkungan belum mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun masyarakat terdampak. Kajian holistik diperlukan untuk memantau perubahan spasial-multitemporal serta faktor penyebabnya secara mikro guna merumuskan strategi mitigasi yang aplikatif, operasional, dan berbasis data. Penelitian dilakukan pada Mei–Juli 2025 dengan tujuan menganalisis perubahan penutupan lahan periode 2000–2024, mengidentifikasi faktor penyebab serta tingkat signifikansinya, dan merumuskan strategi perbaikan pengelolaan kawasan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan integrasi dimensi spasial, sosial-ekonomi, dan strategi pengelolaan. Analisis multitemporal berbasis penginderaan jauh divalidasi dengan confusion matrix, sedangkan faktor penyebab diuji melalui wawancara masyarakat dan responden kunci dengan analisis Chi Kuadrat, serta strategi perbaikan dirumuskan melalui sintesa hasil analisis menggunakan SWOT (IFAS–EFAS) dan skala prioritas. Penutupan lahan periode 2000–2018 relatif stabil, namun 2018–2024 terjadi perubahan signifikan berupa peningkatan hutan lahan kering sekunder, penurunan pertanian campur semak, serta bertambahnya semak belukar dan lahan terbuka di tepi kawasan. Hutan sekunder tetap dominan dengan cakupan 81,29% tahun 2000, turun menjadi 81,03% tahun 2019, lalu meningkat melalui suksesi alami menjadi 82,23% tahun 2024, menunjukkan kenaikan kumulatif kecil sebesar 0,91% selama 24 tahun atau rata-rata 0,04% per tahun. Semak belukar turun dari 11,48% tahun 2000 menjadi 10,93% tahun 2022, kemudian naik menjadi 13,61% tahun 2024. Pertanian lahan kering 7,05% tahun 2000 sempat naik menjadi 7,30% tahun 2021, lalu turun drastis menjadi 3,43% tahun 2024. Lahan terbuka tetap terbatas tetapi meningkat nyata setelah 2018, sedangkan tubuh air stabil sekitar 0,17% dari luas kawasan.Faktor sosial, alam, kebijakan, dan ekonomi terbukti memengaruhi perubahan penutupan lahan, dengan hasil uji Chi Kuadrat menerima hipotesis nol (χ²hitung 10,691 ≤ χ²tabel 12,59). Strategi diarahkan pada pengelolaan partisipatif dan berbasis data melalui penguatan kebijakan, pemberdayaan masyarakat adat, pengembangan agroforestri dan ekowisata, serta konservasi tanah, air, dan habitat untuk menjaga keberlanjutan fungsi ekologis dan sosial-ekonomi kawasan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI