DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Levelized Cost of Electricity (LCOE) Rancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat Pada Gedung Kantor PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan | |
| PENGARANG | : | AGUS TEGO SANTOSO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-13 |
Listrik merupakan kebutuhan primer yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan pengaruh inflasi sehingga mendorong kenaikan konsumsi listrik. Di sisi lain, produksi listrik Indonesia masih didominasi pembangkit berbahan bakar fosil yang ketersediannya terbatas, khususnya PLTU batubara, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kelangkaan dan kenaikan harga energi di masa mendatang. Pemerintah melalui PP No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional menargetkan porsi Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBT) paling sedikit 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050 sepanjang keekonomiannya terpenuhi. Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional, energi surya memiliki potensi terbesar, namun pemanfaatannya masih rendah dibandingkan potensi yang tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan kapasitas, Levelized Cost Of Electricity, dan kelayakan investasi main equipment PLTS. Penelitian dilaksanakan di gedung kantor PLN UIP3B Kalimantan. Metode penelitian diawali dengan survei inventaris energi pada Gedung Kantor PLN UIP3B Kalimantan untuk menentukan beban puncak dan kebutuhan energi harian berdasarkan jam operasional 9 jam. Kebutuhan kapasitas PLTS kemudian dihitung menggunakan faktor pembangkitan, efisiensi panel monocrystalline 19%, dan radiasi matahari rata-rata 5,07 kWh/m²/hari untuk menentukan kapasitas serta jumlah panel 200 Wp. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas baterai VRLA (DoD 80%, autonomy 3 hari, sistem 48 V) serta penentuan kapasitas SCC dan inverter sesuai arus maksimum dan rasio DC/AC 115–150%. Analisis ekonomi dilakukan melalui perhitungan LCOE berbasis biaya siklus hidup dan evaluasi kelayakan investasi menggunakan NPV, IRR, dan BCR dengan asumsi kurs USD 14.900, inflasi 2,9%, dan suku bunga 8,70%. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi energi listrik harian Gedung Kantor PLN UIP3B Kalimantan sebesar 778.968 kWh sehingga diperlukan kapasitas PLTS terpusat sekitar 809 kWp. Nilai LCOE rancangan berada pada kisaran Rp 432,26/kWh hingga Rp 465,04/kWh. Secara keseluruhan, rancangan PLTS dinilai layak dan strategis, terutama apabila evaluasi investasi turut memasukkan eksternalitas lingkungan, dukungan kebijakan energi hijau, serta komitmen penurunan emisi.
Kata kunci : LCOE, Analisis Teknologis-Ekonomis, Pembangkit Listrik Fotovoltaik Lepas Jaringan, Penilaian Eksternalitas, Kebijakan Energi Terbarukan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI