DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Penyelamat Toleransi : Regulasi Pengeras Suara Masjid sebagai Instrumen Penguatan Toleransi Sosial dan Peredam Konflik Sosial | |
| PENGARANG | : | CINDI NOVITA RAHMA SAS | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-02-19 |
Cindi Novita Rahma SAS. “Penyelamat Toleransi : Regulasi Pengeras Suara Masjid sebagai Instrumen Penguatan Toleransi Sosial dan Peredam Konflik Sosial”. Dibimbing oleh Khairussalam, S.Ag, M.Si.
Munculnya isu aturan penggunaan pengeras suara masjid terutama karena berkaitan dengan pengumandangan azan yang menjadi perdebatan publik yang muncul dalam komentar-komentar masyarakat Banjarmasin, baik yang mendukung maupun menolak kebijakan tersebut, menunjukkan adanya dinamika sosial yang layak ditelaah lebih jauh. Perubahan kebijakan mengenai pengeras suara, misalnya pembatasan penggunaan di luar ibadah, berpotensi memengaruhi praktik keagamaan dan pola interaksi sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana aturan pengeras suara masjid memengaruhi relasi sosial antarumat beragama di Banjarmasin, khususnya di Kelurahan Melayu. Fokus penelitian diarahkan pada persepsi masyarakat Muslim dan non-Muslim terhadap kebijakan pembatasan pengeras suara serta dampaknya terhadap keharmonisan dan praktik keagamaan. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana masyarakat memaknai aturan tersebut dan sejauh mana kebijakan ini mendorong atau menghambat toleransi sosial.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aturan ini menimbulkan perbedaan pandangan di awal, masyarakat secara umum merespons dengan dewasa dan adaptif. Umat Muslim menyesuaikan waktu ibadah mereka, sementara umat non-Muslim menunjukkan toleransi terhadap aktivitas keagamaan. Keharmonisan tetap terjaga karena adanya peran aktif tokoh masyarakat, FKUB, dan komunikasi terbuka antar kelompok agama. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelibatan semua pihak dalam membangun dialog lintas iman dan kebijakan yang inklusif dalam masyarakat multikultural.
Kata Kunci: Toleransi Beragama, Pengeras Suara, Kehidupan Multikultural
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI