DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Usaha Agroindustri Rimpi Pisang Di Desa Awang Besar Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah
PENGARANG:NUR ALIFIA RATU AGENG LESTARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-03-05


Produk pertanian umumnya memiliki sifat mudah rusak sehingga memerlukan proses pengolahan untuk meningkatkan daya simpan dan nilai jual. Pisang merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki potensi ekonomi tinggi serta dapat diolah menjadi berbagai produk olahan, salah satunya rimpi pisang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, titik impas (BEP), kelayakan usaha, dan nilai tambah pada usaha rimpi pisang Mama Yanti yang berlokasi di Desa Awang Besar, Kecamatan Barabai. Penelitian ini menggunakan data produksi selama satu tahun, yaitu periode Mei 2024 hingga April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi mencapai Rp110.112.123 dengan total penerimaan sebesar Rp199.500.000 sehingga diperoleh keuntungan sebesar Rp89.387.877. Analisis BEP menunjukkan bahwa titik impas tercapai pada 14.151 unit atau setara dengan Rp14.151.041,9. Nilai kelayakan usaha sebesar 1,81 mengindikasikan bahwa usaha rimpi pisang Mama Yanti berada dalam kondisi menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Selain itu, analisis nilai tambah menunjukkan nilai tambah sebesar Rp637,56/unit dengan rasio nilai tambah sebesar 67,11%. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan tenaga kerja akibat kurangnya kepercayaan terhadap pekerja luar. Oleh karena itu, disarankan agar pemilik usaha menyusun dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP), memperkuat sistem pengawasan kualitas, serta melakukan pencatatan keuangan secara lebih terstruktur guna mendukung peningkatan kinerja dan pengembangan usaha.

Agricultural products generally have perishable characteristics, thus requiring processing to enhance shelf life and commercial value. Banana is one of the horticultural commodities with high economic potential that can be processed into various products, one of which is banana chips (rimpi pisang). This research aims to analyze production costs, revenue, profit, break-even point (BEP), business feasibility, and added value of Mama Yanti's banana chips business located in Awang Besar Village, Barabai District. This study utilizes production data over one year, specifically from May 2024 to April 2025. The results indicate that total production costs reached Rp110,112,123 with total revenue of Rp199,500,000, resulting in a profit of Rp89,387,877. BEP analysis shows that the break-even point was achieved at 14.151 units or equivalent to Rp14,151,041,9. The business feasibility value of 1.81 indicates that Mama Yanti's banana chips business is in a profitable condition and feasible for further development. Furthermore, value-added analysis demonstrates an added value of Rp637.56/unit with a value-added ratio of 67.11%. The main problem identified is limited labor force due to lack of trust in external workers. Therefore, it is recommended that the business owner develops and implements Standard Operating Procedures (SOP), strengthens quality control systems, and maintains more structured financial records to support performance improvement and business development.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI