DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KORELASI PANJANG LEHER, LINGKAR DADA DAN PANJANG SHANK TERHADAP BOBOT BADAN AYAM MURUNG PANGGANG DI DESA MURUNG PANGGANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (HSU)
PENGARANG:MELDA NURGAYANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-03-10


MELDA NURGAYANTI. Korelasi Panjang Leher, Lingkar Dada dan Panjang Shank Terhadap Bobot Badan Ayam Murung Panggang Di Desa Murung Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dibimbing oleh Bapak Abrani Sulaiman.

Ayam murung panggang merupakan rumpun ternak lokal Indonesia yang berasal dari Desa Murung Panggang, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Pada tahun 2025 Kementrian Pertanian mengeluarkan keputusan Nomor 643/Kpts./HK.150/M/08/2025 yang menetapkan bahwa ayam murung panggang merupakan rumpun ternak lokal Indonesia. Penulis akan membahas tentang hubungan korelasi antara panjang leher, lingkar dada dan panjang shank terhadap bobot badan pada ayam murung panggang. Sehingga diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada peternak atau pembaca agar dapat menyeleksi ayam yang baik untuk dijadikan bibit yang unggul. Morfologi adalah bentuk fisik atau penampilan eksterior pada ayam seperti kepala, leher, punggung, dada, perut, sayap, ekor dan shank. Ukuran tubuh atau morfologi pada ayam merupakan parameter penting yang digunakan untuk mengukur kinerja dan pertumbuhannya. Korelasi antara ukuran tubuh tersebut dengan bobot badan menjadi fokus utama dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan anatomi dengan produktivitas daging.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara panjang leher, lingkar dada dan panjang shank dengan bobot badan pada ayam murung panggang. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan analisis data regresi korelasi menggunakan SPSS. Sampel yang digunakan adalah Ayam murung panggang sebanyak 170 ekor dimana 53 ekor diantaranya adalah ayam jantan dan 117 ekor ayam betina dengan umur yang berbeda yaitu berkisar antara 1 - 12 bulan. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata bobot badan, panjang leher, lingkar dada dan panjang shank pada ayam murung panggang jantan adalah 2.262,70 gram, 11,79 cm, 32,85 cm dan 9,64 cm, sedangkan pada ayam betina 1.457,65 gram, 9,82 cm, 29,64 cm dan 6,95 cm. Hasil tersebut menunjukan bahwa ayam jantan memiliki struktur tubuh yang lebih besar dari ayam betina. Hal ini disebabkan karena ayam murung panggang jantan memiliki hormon testosterone yang dapat memuicu pertumbuhan otot dan tulang.

Nilai korelasi kuat dan sangkat kuat didapatkan dari lingkar dada baik pada ayam jantan (0,761) dan betina (0,934). Hal ini disebabkan karena bagian dada merupakan tempat deposit daging tertinggi di antara ke 3 parameter tersebut. Sehingga dapat diketahui semakin besar bagian dada pada ayam maka semakin baik pertumbuhan dan produktivitasnya. Nilai korelasi antara bobot badan dengan panjang leher memiliki nilai korelasi sedang pada ayam jantan dan betina 0,500 dan 0,507. Nilai korelasi antara bobot badan dengan panjang shank pada ayam jantan dan betina adalah 0,614 dan 0,477 dengan tingkat hubungan sedang.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI