DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS KESALAHAN SISWA SD PADA PERMASALAHAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN ILL-STRUCTURED BERKONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH MENGGUNAKAN METODE NEWMAN | |
| PENGARANG | : | 'ALI RIDHO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-03-10 |
Pembelajaran pecahan di sekolah dasar tidak hanya menekankan keterampilan berhitung, tetapi juga menuntut kemampuan siswa dalam memahami dan menafsirkan konteks permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam konteks lingkungan lahan basah, permasalahan matematika sering disajikan dalam bentuk situasi nyata yang memiliki syarat pembatas tertentu, sehingga bersifat ill-structured. Permasalahan semacam ini menuntut siswa untuk memahami tujuan soal, mengidentifikasi informasi yang relevan, serta membangun model matematika yang sesuai sebelum melakukan perhitungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kesalahan yang dilakukan siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan permasalahan penjumlahan dan pengurangan pecahan berbentuk ill-structured berkonteks lingkungan lahan basah menggunakan metode Newman, serta mengidentifikasi kesalahan dominan berdasarkan kemampuan matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V SD Negeri Belitung Selatan 7 Banjarmasin yang dikelompokkan ke dalam kategori kemampuan matematis rendah, menengah, dan tinggi. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara, kemudian dianalisis berdasarkan lima tahap Newman, yaitu Reading, Comprehension, Transformation, Process Skills, dan Encoding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa muncul pada seluruh tahap Newman, dengan kesalahan dominan secara umum berada pada tahap Process Skills dan Encoding. Namun, kesalahan tersebut bersifat akumulatif dan berakar pada kesalahan tahap sebelumnya. Pada kategori kemampuan rendah, kesalahan dominan berawal dari lemahnya pemahaman tujuan soal dan syarat pembatas. Pada kategori kemampuan menengah, kesalahan berakar pada tahap Comprehension dan Transformation yang belum konsisten. Sementara itu, pada kategori kemampuan tinggi, kesalahan bersifat minimal dan lebih disebabkan oleh ketidaktelitian dalam proses perhitungan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan memahami konteks dan membangun model matematika yang tepat berperan penting dalam meminimalkan kesalahan penyelesaian masalah pecahan ill-structured.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI