DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pembangun Politik Identitas Antar Mayoritas dan Minoritas Dalam Masyarakat Multikultural Di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan
PENGARANG:ZALEHA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-03-11


Zaleha. 2010413320004. Pembangun Politik Identitas Antara Mayoritas dan Minoritas Dalam Masyarakat Multikultural di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Dibimbing oleh Pathurrahman.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembangun politik identitas antara mayoritas dan minoritas dalam masyarakat multikultural di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menurut Bhikhu Parekh tentang multikultural antara mayoritas dan minoritas dengan indikator keserataan, perlakuan dan pemikiran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis kualitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangun politik identitas antara mayoritas dan minoritas dalam masyarakat multikultural di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan sudah baik, hal ini dilihat dari indikator kesetaraan mayoritas dan minoritas dalam masyarakat multikultural di Desa Tajau Pecah ini sudah berjalan dengan baik karena masyarakatnya mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perbedaan yang terdapat di desa ini, dan untuk pembangun politik identitas menuntut pengakuan hak yang adil bagi semua kelompok tanpa diskriminasi, penghormatan terhadap keberagaman, serta pengelolaan politik identitas yang inklusif dan bertanggungjawab, sudah berjalan dengan baik meskipun mereka termasuk dalam desa multietnik. Perlakuan atau sikap masyarakat yang ada di Desa Tajau Pecah sudah baik karena dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari mereka sangat menghormati dan memahami akan keberadaan adanya kelompok lain, pembangun politik identitas melibatkan interaksi komplek yang mengacu pada cara individu memahami atau mengenali karakteristik diri mereka sendiri dalam kelompok sosial tertentu guna menjalankan kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai. Pemikiran atau gagasan dalam masyarakat Desa Tajau Pecah sudah sangat terbuka karena mereka dapat menerima semua perbedaan baik dalam hal agama, budaya, bahasa dan kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dengan menggunakan teori Bhikhu Parekh dari tiga indikator yaitu kesetaraan, perlakuan, dan pemikiran sudah cukup terpenuhi secara keseluruhan.

Kata kunci : Kesetaraan, Perlakuan, Pemikiran

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI