DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ALIH WAHANA NASKAH DEMANG LEHMAN KE PERTUNJUKAN TEATER | |
| PENGARANG | : | SITI ADIJAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-03-11 |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kajian alih wahana berbentuk dramatisasi dari naskah drama ke pertunjukan teater, khususnya pada karya yang mengangkat tokoh sejarah lokal. Naskah Demang Lehman karya Adjim Arijadi dipilih karena mengandung nilai perjuangan masyarakat Banjar serta kompleksitas tokoh dan konflik yang menarik untuk dikaji dalam konteks transformasi ke medium pertunjukan. Pementasan oleh KS3B Kalimantan Selatan menunjukkan proses kreatif yang melibatkan interpretasi visual, vokal, serta pendalaman karakter, sehingga penting untuk dianalisis melalui perspektif alih wahana.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode komparatif. Sumber data meliputi naskah drama Demang Lehman, dokumentasi video pementasan, foto pertunjukan, serta wawancara narasumber. Analisis dilakukan dengan membandingkan unsur teks dengan unsur yang hadir dalam pementasan guna mengidentifikasi bentuk penambahan, penciutan, dan variasi perubahan sesuai teori alih wahana Pamusuk Eneste. Peneliti juga menelaah peran sutradara dan aktor dalam menafsirkan tokoh serta membangun bentuk dramatik yang berbeda dari teks.
Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa bentuk penambahan seperti tokoh tentara Belanda, introduksi awal pementasan, 80 dialog baru, serta penyebutan nama tokoh yang bertujuan memperkuat situasi dramatik. Penambahan aksen dan improvisasi juga muncul sebagai upaya mempertegas karakter. Sementara itu, penciutan dilakukan melalui penghilangan tokoh Dalang dan Wanita, pemotongan beberapa adegan, penyederhanaan alur, serta 59 pengurangan dialog demi efektivitas pertunjukan. Variasi perubahan lain muncul melalui improvisasi aktor dan penyesuaian bahasa yang mengikuti kebutuhan emosional, ritme, dan ruang panggung.
Penelitian ini memberikan implikasi bahwa transformasi naskah ke pementasan tidak bersifat menyalin, melainkan menafsirkan ulang gagasan pokok agar sesuai dengan karakteristik media teater. Dramatisasi memungkinkan kreator menghidupkan teks melalui visualisasi, gerak, serta ekspresi aktor tanpa menghilangkan esensi cerita. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian alih wahana, menjadi rujukan bagi praktisi dan akademisi, serta membuka peluang penelitian lanjutan terkait hubungan antara teks, interpretasi, dan seni pertunjukan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI