DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | LEKSIKON ANYAMAN ROTAN SUKU DAYAK NGAJU KABUPATEN PULANG PISAU DAN KABUPATEN KAPUAS: KAJIAN ETNOLINGUISTIK | |
| PENGARANG | : | OKTAVIANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-03-12 |
Oktaviani. 2025. Leksikon Anyaman Rotan Suku Dayak Ngaju Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas: Kajian Etnolinguistik. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Rusma Noortyani, M.Pd.; (2) Prof. H. Rustam Effendi, M.Pd., Ph.D.
KataKunci:leksikon,anyamanrotan,etnolinguistik,Dayak Ngaju
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendokumentasian terhadap leksikonanyamanrotansukuDayakNgajudiKabupatenPulangPisaudanKabupaten Kapuas sebagai wujud dari budaya dan tradisi suku Dayak Ngaju. Kegiatan menganyam rotan tidak hanya bernilai dari segi ekonomi tetapi berfungsi sebagai representasi pengetahuan, tradisi, dan nilai luhur yang diwariskan oleh masyarakat suku Dayak Ngaju. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan makna yang terdapat pada proses pra menganyam, alat, bahan, teknik, proses menganyam, dan motif anyaman, serta mengungkap makna kultural yang terkandung dalam leksikon motif anyaman rotan suku Dayak Ngaju.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap parapengrajin anyaman rotan, tokoh adat, sertapengusahaanyaman di Desa Gohong Kabupaten Pulang Pisau dan Kelurahan Mandomai Kabupaten Kapuas. Analisis data dilakukan melalui klasifikasi leksikon, identifikasi bentuk morfologis, penafsiran makna leksikal dan makna kultural terhadap motif anyaman berdasarkan teori etnolinguistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 102 leksikon dalam kegiatan pengolahan dan penganyaman rotan suku Dayak Ngaju. Leksikon tersebut terbagi menjadiduaklasifikasikatayaitu76katanominadan26kataverba.Leksikonterbagi atas dua bentuk kata yaitu 18 bentuk kata monomorfemis dan 84 bentuk kata polimorfemis. Makna leksikal dan kultural yang terdapat pada leksikon berfungsi sebagaimediauntukmenyampaikanbudaya,keberadaanfloradanfauna,pengetahuan lokal dan filosofi hidup suku Dayak Ngaju.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa leksikon menganyam rotan merupakan representasi budaya yang sangat penting bagi masyarakat Dayak Ngaju. Hasil penelitianyangdiperolehdapatdigunakansebagaiupayapelestarianbudayadantradisi serta pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Selain itu penelitian ini dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pemanfaatan hasil studi sebagai sumber pembelajaran muatan lokal, materi observasi, deskripsi dan prosedur, serta pengenalan budaya dan tradisi masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI