DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KONSEP KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN MASYARAKAT DAYAK KATINGAN DALAM SANSANA LIAU: KAJIAN ETNOLINGUISTIK | |
| PENGARANG | : | AIRIN WINITA KRISTINA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-03-16 |
ABSTRAK
Kristina, Airin Winita. 2026. Konsep Kehidupan Setelah kematian Masyarakat Dayak Katingan Dalam “Sansana Liau”: Kajian Etnolinguistik. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing:(1) Dr. Muhammad Rafiek, M.Pd.; (2) Prof. Drs. Rustam Effendi, M.Pd., Ph.D.
Kata Kunci : konsep kehidupan setelah kematian, sansana liau, etnolinguistik
Tradisi lisan tidak hanya mencerminkan aspek budaya masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai sarana ritual terutama bagi masyarakat Dayak Katingan dalam Sansana Liau yang telah menjadi tradisi mengantarkan roh menuju lewu tatau (surga). Oleh karena itu, peneliti tertarik meneliti konsep kehidupan setelah kematian dalam tradisi lisan Sansana Liau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep perjalanan roh dalam konteks kehidupan setelah kematian serta memahami konsep surga dan neraka dalam tradisi masyarakat Dayak katingan melalui kajian etnolinguistik. Peneliti akan mendeskripsikan perjalanan roh manusia menuju lewu tatau, menganalisis konsep surga dan neraka, serta mengungkapkan pesan-pesan budaya dan kritik sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek utama kajian ini adalah tradisi lisan berbentuk nyanyian Sansana Liau yang dikaji dengan menerapkan kajian etnolinguistik. Lokasi penelitian ini di Desa Samba Danum. Data penelitian dalam kajian tradisi lisan ini berupa Leksikon (kata dan istilah adat), ungkapan, dan metafora yang berkaitan dengan perjalanan roh (liau), alam roh, dan tempat akhir roh dalam Sansana Liau. Kemudian makna budaya, nilai religi, dan pandangan kosmologis yang melekat pada tuturan Sansana Liau. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sansana Liau menggambarkan perjalanan roh dalam konteks kehidupan setelah kematian masyarakat Dayak Katingan melalui bahasa yang sarat dengan leksikon budaya, ungkapan simbolik, dan metafora konseptual. Perjalanan roh (liau) digambarkan sebagai suatu proses transisi yang bertahap, penuh rintangan, dan berkaitan erat dengan nilai moral serta perilaku manusia semasa hidup. Konsep kematian tidak dipahami sebagai akhir kehidupan, melainkan sebagai perjalanan menuju surga yang ditentukan oleh kepatuhan terhadap norma adat dan etika sosial. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa konsep surga dan neraka dalam Sansana Liau dikonstruksi secara linguistik dan kultural melalui istilah lokal seperti Lewu Liau sebagai tempat roh yang sejahtera dan Lewu Tatau sebagai tempat penderitaan roh. Kedua konsep tersebut tidak hanya dipahami sebagai ruang kosmologis, tetapi juga sebagai simbol evaluasi moral terhadap kehidupan manusia. Selain itu, perlengkapan ritual yang menyertai pementasan Sansana Liau berfungsi memperkuat makna narasi dan simbol perjalanan roh, sehingga bahasa dan ritual membentuk satu kesatuan dalam sistem kepercayaan masyarakat. Secara etnolinguistik, temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam Sansana Liau berperan penting dalam membentuk, menyimpan, dan mewariskan pandangan dunia masyarakat Dayak Katingan mengenai kematian dan kehidupan setelah kematian.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI