DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS REFUGIA DAN Beauveria bassiana DALAM MENEKAN POPULASI HAMA PADA PERTANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) | |
| PENGARANG | : | QANITA FERDHAYANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-03-26 |
Jagung manis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya sering mengalami penurunan akibat serangan hama. Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan masih umum dilakukan dan berpotensi menimbulkan resistensi hama, pencemaran lingkungan, serta risiko kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan melalui pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), seperti pemanfaatan cendawan entomopatogen Beauveria bassiana dan penanaman refugia sebagai pendukung keberadaan musuh alami.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi tanaman refugia dan cendawan entomopatogen B. bassiana terhadap pertumbuhan tanaman, hasil, serta tingkat serangan hama pada jagung manis. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama berupa pola tanam refugia yang terdiri atas penanaman di pinggir petak, sistem blok, dan tanpa refugia. Faktor kedua adalah dosis aplikasi B. bassiana sebesar 50, 60, dan 70 g L?¹ air, serta satu perlakuan kontrol tanpa refugia dan tanpa aplikasi cendawan. Parameter pengamatan meliputi jumlah helai daun, tinggi tanaman, bobot tongkol berkelobot, intensitas serangan hama, dan persentase serangan hama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kombinasi perlakuan memberikan respons yang lebih baik dibandingkan kontrol. Kombinasi refugia di pinggir petak dengan aplikasi B. bassiana dosis 70 g L?¹ air menunjukkan nilai tertinggi pada parameter pertumbuhan dan hasil tanaman, seperti jumlah helai daun, tinggi tanaman, dan bobot tongkol. Sementara itu, intensitas serangan hama terendah diperoleh pada kombinasi refugia sistem blok dengan dosis B. bassiana yang sama. Meskipun demikian, tidak seluruh parameter pengamatan menunjukkan perbedaan yang nyata secara statistik.
Penelitian selanjutnya disarankan melakukan pengamatan lanjutan secara terkontrol di laboratorium terhadap hama yang berasal dari lapangan untuk memperjelas dinamika infeksi B. bassiana, meliputi perkembangan gejala, tingkat kematian, dan pertumbuhan miselium, sebagai pelengkap hasil pengamatan lapangan yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI