DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | INTERPRETASI KONSTITUSIONAL SEBAGAI CARA PENERAPAN CONSTITUTIONAL COMPLAINT PADA PERKARA PHPU KOTA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD BILAL ANSHARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-04-06 |
Pilkada Kota Banjarbaru Tahun 2024 menimbulkan persoalan
konstitusional akibat tindakan Komisi Pemilihan Umum Kota Banjarbaru yang
mengakibatkan hilangnya hak memilih sebagian besar pemilih setelah adanya
diskualifikasi salah satu pasangan calon, yang dalam pelaksanaannya justru
menyebabkan mayoritas suara pemilih dinyatakan tidak sah dan memicu pengajuan
permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi
oleh masyarakat dan pemantau pemilihan yang merasa hak konstitusionalnya
dirugikan; dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 05/PHPU.WAKO
XXIII/2025 dan Nomor 06/PHPU.WAKO-XXIII/2025, Dalam Putusannya
Mahkamah Konstitusi melakukan penafsiran terhadap kedudukan hukum pemohon
yang menunjukkan adanya karakteristik constitutional complaint, meskipun
kewenangan tersebut tidak diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 maupun Undang-Undang Mahkamah
Konstitusi; penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik constitutional
complaint dalam perkara PHPU Kota Banjarbaru serta mengkaji landasan teoritik
yang memungkinkan Mahkamah Konstitusi menerima dan mengadili perkara yang
mengandung karakteristik constitutional complaint melalui interpretasi
konstitusional, dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif yang
bersifat preskriptif dan berorientasi pada pembaruan hukum melalui pendekatan
perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan; hasil penelitian
menunjukkan bahwa perkara PHPU Kota Banjarbaru memiliki karakteristik
constitutional complaint karena berangkat dari klaim pelanggaran hak
konstitusional pemilih akibat tindakan penyelenggara pemilu, diajukan oleh pihak
yang terdampak langsung, serta menuntut pemulihan hak konstitusional, sehingga
interpretasi konstitusional menjadi dasar yuridis bagi Mahkamah Konstitusi untuk
mengakomodasi perkara tersebut tanpa harus menunggu perubahan konstitusi atau
undang-undang, sekaligus menegaskan perannya sebagai penjaga konstitusi dan
pelindung hak konstitusional warga negara dalam negara demokratis konstitusional.
Kata Kunci (keyword): Interpretasi Konstitusional, Constitutional Complaint,
Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Hak Konstitusional, Mahkamah Konstitusi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI