DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pemenuhan Standar Keselamatan Kelotok Wisata Sebagai Dasar Tanggung Jawab dalam Perlindungan Penumpang di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | FARHAN WISNU ACHMAD SHAUFFANOR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-04-06 |
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik penyelenggaraan kelotok wisata di Kota Banjarmasin yang belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Padahal, kelotok wisata merupakan sarana angkutan penumpang di perairan sungai yang wajib menjamin keselamatan dan keamanan pengguna jasa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kedudukan standar keselamatan kelotok wisata dalam hubungan pengangkutan penumpang di Kota Banjarmasin serta bagaimana tanggung jawab pengangkut terhadap terjadinya kecelakaan kelotok wisata. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundangan-undangan. Bahan hukum primer yang digunakan meliputi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, serta peraturan pelaksana terkait angkutan sungai dan danau. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menafsirkan norma hukum yang relevan dengan permasalahan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar keselamatan kelotok wisata berkedudukan sebagai kewajiban hukum yang melekat pada pengangkut dalam hubungan pengangkutan penumpang. Standar keselamatan tidak hanya bersifat administrative, melainkan menjadi bagian dari prestasi yang wajib dipenuhi dalam perjanjian pengangkutan. Dengan demikian, pemenuhan standar keselamatan merupakan dasar dalam menentukan ada atau tidaknya tanggung jawab pengangkut. Apabila terjadi kecelakaan akibat kelalaian dalam memenuhi standar keselamatan, maka pengangkut dapat dimintai pertanggungjawaban secara perdata berdasarkan wanprestasi maupun perbuatan melawan hukum, termasuk tanggung jawab atas perbuatan nahkoda dan awak kapal. Selain itu, pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan juga dapat menimbulkan sanksi administratif sesuai ketentuan hukum pelayaran. Oleh karena itu, pemenuhan standar keselamatan kelotok wisata menjadi hal yang penting dalam mewujudkan perlindungan hukum bagi penumpang di Kota Banjarmasin.
Kata Kunci: Pemenuhan Standar Keselamatan, Kelotok Wisata, Tanggung Jawab Pengangkut, Perlindungan Penumpang.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI