DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KEPATUHAN TERHADAP KEBIJAKAN SISTEM VERIFIKASI LEGALITAS DAN KELESTARIAN (SVLK) PADA PERIZINAN BERUSAHA PENGOLAHAN HASIL HUTAN (PBPHH) PT. DASA INTIGA UNIT VENEER
PENGARANG:YUSRAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-04-09


ABSTRAK

Yusran. 2024.Analisis Kepatuhan Terhadap Kebijakan SistemVerifikasi Legalitas Dan Kelestarian (SVLK) PadaPerizinan Berusaha Pengolahan Hasil Hutan(PBPHH) PT. Dasa Intiga Unit Veneer”.Tesis Program Studi Magister Ilmu Kehutanan, Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat. Dibimbing Oleh Dr. Ir. Zainal Abidin, M.P. dan Dr. Ir Trisnu Satriadi, S.Hut, M.Si.

Kata Kunci : Kebijakan SVLK, PBPHH, PT. Dasa Intiga Unit Veneer, Kepatuhan.

Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) merupakan instrumen kunci Indonesia untuk menjamin legalitas dan keberlanjutan produk kayu sekaligus menjaga akses pasar internasional. Namun, implementasi SVLK pada pelaku industri pengolahan hasil hutan masih menghadapi tantangan administratif, teknis, dan kelembagaan yang dapat memengaruhi efektivitas kepatuhan. Penelitian ini menganalisis tingkat kepatuhan dan faktor-faktor penentunya pada pemegang Perizinan Berusaha Pengolahan Hasil Hutan (PBPHH) PT Dasa Intiga Unit Veneer di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Studi ini menggunakan desain mixed-methods dengan pendekatan studi kasus (April–Juli 2025), memadukan kuesioner skala Likert, wawancara semi-terstruktur, observasi berbasis pedoman Verifikasi Legalitas Hasil Hutan (VLHH), serta telaah dokumen regulasi dan laporan audit.

Analisis deskriptif menunjukkan seluruh konstruk kepatuhan berada pada kategori tinggi, dengan skor rata-rata pengetahuan SVLK 4,68; komitmen manajemen 4,60; pengawasan eksternal 4,44; sanksi hukum 4,43; dan permintaan pasar 4,60. Regresi linier berganda menunjukkan model menjelaskan 96,03% variasi efektivitas implementasi (R² = 0,960), dan uji simultan signifikan pada α = 0,10. Secara parsial, komitmen manajemen dan sanksi hukum berpengaruh signifikan terhadap efektivitas implementasi, sementara variabel lain tidak signifikan. Kendala utama meliputi belum lengkapnya SOP untuk seluruh indikator SVLK, keterbatasan infrastruktur sistem daring, rendahnya insentif pasar domestik, serta koordinasi lintas instansi yang belum optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola internal dan konsistensi penegakan untuk mempertahankan kredibilitas SVLK dan daya saing ekspor.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI