DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENYELESAIAN TINDAK KEJAHATAN PENGANIAYAAN MELALUI RESTORATIVE JUSTICE BERBASIS KEARIFAN LOKAL ADAT BASARA DALAM MASYARAKAT DUSUN WITU MAA’AI | |
| PENGARANG | : | AMOS PALANUNGKAI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-04-13 |
Amos Palanungkai, Agustus 2025. PENYELESAIAN TINDAK KEJAHATAN PENGANIAYAAN MELALUI RESTORATIVE JUSTICE BERBASIS KEARIFAN LOKAL ADAT BASARA DALAM MASYARAKAT DUSUN WITU MAA’AI Skripsi, Program Sarjana Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Suci Utami S.H., M.H. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penyelesaian tindak kejahatan penganiayaan melalui Adat Basara pada masyarakat Dusun Witu Ma’ai serta menilai perannya dalam mewujudkan kepastian hukum, kemanfaatan hukum, dan keadilan hukum. Penelitian inimenggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatansosiologis melalui pengumpulan data lapangan berupa wawancaradengan mantir adat, dewan adat desa, serta pihak terkait, yang didukung oleh data sekunder berupa peraturan perundang-undangandan literatur hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adat Basara memiliki mekanisme penyelesaian perkara yang jelas dan terstruktur, dimulai dari investigasi adat, Musyawarah I, pelaksanaanritual Palas atau Saki Pilah, Musyawarah II, hingga penjatuhankeputusan adat yang bersifat final dan mengikat, dengan pengawasanBABINSA dan BABINKAMTIBMAS sehingga memberikanlegitimasi dan kekuatan hukum yang diakui. Melalui mekanismetersebut, Adat Basara mampu mewujudkan kepastian hukum melaluiprosedur dan sanksi adat yang konsisten, kemanfaatan hukum melaluipenyelesaian perkara yang cepat dan diterima masyarakat, sertakeadilan hukum yang bersifat substantif dan restoratif denganmenitikberatkan pada pemulihan korban, pertanggungjawabanpelaku, dan terjaganya keharmonisan sosial dalam masyarakat
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI