DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Kualitas Pelayanan Publik Dari Perspektif New Public Service Paradigm: Kasus Pelayanan Publik Di Siring Menara Pandang Banjarmasin
PENGARANG:MUHAMMAD ARYA FAHLEVI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-04-13


Siring Menara Pandang merupakan ruang publik strategis di Kota Banjarmasin yang berfungsi sebagai sarana rekreasi, interaksi sosial, dan pelepas penat (stress relief). Namun, pengelolaannya masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengunjung terhadap kualitas pelayanan publik berdasarkan perspektif New Public Service melalui dimensi Convenience, Security, Reliability, Personal Attention, Fairness, dan Citizen Influence.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur berskala Likert kepada 100 informan dengan teknik accidental sampling yang didasarkan pada prinsip data saturation, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interpretatif untuk memahami makna di balik persepsi masyarakat terhadap kondisi pelayanan yang ada.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas pelayanan publik berada pada kategori sedang. Dimensi Personal Attention menjadi satu-satunya yang mencapai kategori tinggi karena mampu menyediakan ruang interaksi yang relatif inklusif. Sementara itu, dimensi lainnya masih berada pada kategori sedang akibat adanya berbagai kendala, seperti inkonsistensi jam operasional, keterbatasan pengawasan CCTV, minimnya penanda aturan, serta belum optimalnya akses pengaduan.

Selain itu, pengunjung usia muda dan perempuan cenderung memberikan penilaian yang lebih kritis terhadap layanan. Pelayanan pada akhir pekan juga dinilai lebih baik karena adanya pengawasan berbasis keramaian (informal surveillance). Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam disiplin operasional, optimalisasi pengawasan, serta penyediaan informasi visual yang jelas sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan, terutama sebagai prasyarat sebelum pemerintah mempertimbangkan kebijakan monetisasi layanan demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI