DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | FAKTOR-FAKTOR FRAUD HEXAGON DALAM MENDETEKSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2020-2024 | |
| PENGARANG | : | LUTFIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-04-15 |
Lutfia (2025). Faktor-Faktor Fraud Hexagon dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Pada Perusahaan BUMN Yang Terdaftar di BEI Tahun 2020-2024. Pembimbing: Alfian, SE, M.Si, Ak, CA., CPS (Aus).
Penelitian ini bertujuan untuk menguji, menganalisis, dan memperoleh bukti dari pengaruh faktor-faktor fraud hexagon dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan BUMN yang terdaftar di BUMN. Adapun faktor-faktor dari teori fraud hexagon terdiri dari, tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, arogansi, dan kerja sama dengan pemerintah.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2024. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 12 perusahaan yang kemudian dikalikan dengan 5 tahun (2020-2024) waktu penelitian, sehingga diperoleh jumlah data penelitian sebanyak 60. Data diolah dengan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji kesesuaian model, dan uji hipotesis menggunakan aplikasi IBM SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan eksternal, target keuangan, dan kerja sama dengan pemerintah berpengaruh pada kecurangan laporan keuangan. Sedangkan stabilitas keuangan, sifat industri, pergantian auditor, pergantian direksi, dan jumlah gambar CEO tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan.
Kata Kunci:Fraud hexagon, Stabilitas Keuangan, Tekanan Eksternal, Target Keuangan, Pergantian Auditor, Pergantian Direksi, Jumlah Gambar CEO, Kerjasama dengan Pemerintah, Kecurangan Laporan Keuangan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI