DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Optimalisasi Saluran Irigasi Tersier Daerah Irigasi Pitap di Desa Pulantan Kabupaten Balangan | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD NAZRIL | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-04-23 |
Jaringan irigasi tersier berperan penting dalam mendukung distribusi air ke lahan sawah. Di Desa Pulantan, sistem pengambilan air sebelumnya dilakukan dengan membuat bukaan langsung pada saluran sekunder eksisting tanpa perencanaan bangunan sadap dan jaringan tersier yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan pembagian air kurang terkontrol dan berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan suplai antar petak sawah, khususnya pada periode kebutuhan air maksimum. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi teknis serta perencanaan saluran dan bangunan sadap yang lebih sesuai dengan kaidah perencanaan irigasi. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan analisis hidrologi dan hidraulika secara bertahap. Analisis hidrologi diawali dengan penentuan curah hujan andalan (R80) menggunakan metode probabilitas Weibull. Selanjutnya dihitung curah hujan efektif berdasarkan metode Standar Perencanaan Irigasi (Kriteria Perencanaan Irigasi-01 Tahun 2013) serta evapotranspirasi potensial (ET?) menggunakan metode Penman-Monteith. Parameter-parameter tersebut digunakan dalam simulasi pola tanam untuk menentukan kebutuhan air irigasi setiap periode setengah bulanan. Tahap berikutnya adalah analisis hidraulika saluran menggunakan Persamaan Manning untuk mengevaluasi kondisi eksisting dan merencanakan dimensi saluran yang lebih optimal. Perencanaan bangunan sadap dilakukan dengan menghitung debit dan bukaan pintu sorong sesuai standar Kriteria Perencanaan Irigasi-04 Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air maksimum terjadi pada bulan April periode II sebesar 0,011 m³/dt pada tahap penyiapan lahan padi ke-2. Saluran eksisting PB.4.1 ki menghasilkan kedalaman aliran 0,050 m dan kecepatan 0,563 m/dt yang telah memenuhi kriteria minimum, namun kurang optimal dalam pemerataan distribusi air. Saluran rencana berpenampang 0,30 m × 0,65 m menghasilkan kedalaman 0,063 m dan kecepatan 0,597 m/dt yang lebih optimal. Bangunan sadap dengan bukaan 0,050 m mampu mengatur debit secara lebih terkontrol sehingga meningkatkan kinerja jaringan irigasi tersier di Desa Pulantan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI