DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GAGAL GINJAL PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | ALYA SAFITRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-04-29 |
Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan tren peningkatan global, dan hipertensi menempati urutan kedua sebagai penyebab tersering dengan kontribusi sekitar 24% kasus. Di Indonesia, prevalensi gagal ginjal kronis sebesar 0,18% dan hipertensi 30,8%, dengan Kalimantan Selatan sebagai provinsi dengan prevalensi hipertensi sebesar 35,8%. Kota Banjarmasin, jumlah kasus hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal meningkat dari 3 kasus (2022) menjadi 167 kasus (2023) dan 148 kasus (2024). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian gagal ginjal pada penderita hipertensi di Kota Banjarmasin. Desain penelitian menggunakan case control, dengan total 111 responden yang terdiri dari 37 kasus dan 74 kontrol. Sampel kasus dipilih menggunakan teknik consecutive sampling, sedangkan sampel kontrol menggunakan purposive sampling. Variabel bebas meliput usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi dalam keluarga, lama menderita hipertensi, kepatuhan konsumsi obat antihipertensi, kepatuhan diet hipertensi dan pola konsumsi air putih. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan (p<0,05) usia (OR=0,327), jenis kelamin (OR=2,850), kepatuhan konsumsi obat antihipertensi (OR=6,481) dan kepatuhan diet hipertensi (OR=0,129) dengan kejadian gagal ginjal pada penderita hipertensi. Disimpulkan bahwa faktor paling berpengaruh terhadap kejadian gagal ginjal pada penderita hipertensi di Kota Banjarmasin adalah kepatuhan konsumsi obat antihiperteni (OR= 7,586).
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI