DIGITAL LIBRARY



JUDUL:SPATIAL AUTOREGRESSIVE PANEL MODEL UNTUK MENGANALISIS INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (IKLH) PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:ALIMATU QURROTI AININA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-05-01


Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) merupakan indikator yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kualitas lingkungan suatu wilayah. Variasi IKLH antarkabupaten/kota serta perubahannya dari waktu ke waktu di Provinsi Kalimantan Selatan mengindikasikan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kualitas lingkungan tidak bekerja secara seragam, sehingga diperlukan analisis berdimensi spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan menerapkan model regresi spasial data panel untuk menganalisis pengaruh kepadatan penduduk, PDRB, IPM, sanitasi, penduduk miskin, dan pertumbuhan ekonomi terhadap IKLH pada 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan periode 2016–2023, menggunakan pendekatan Spatial Autoregressive Fixed Effect (SAR-FE) dan Spatial Error Model Fixed Effect (SEM-FE) dengan matriks pembobot spasial queen contiguity. Uji Indeks Moran's I menunjukkan bahwa IKLH memiliki autokorelasi spasial positif yang signifikan pada tahun 2016 (I = 0.2606) dan 2017 (I = 0.1668), sehingga penggunaan model regresi spasial data panel menjadi relevan. Model terbaik yang diperoleh adalah SAR-FE dengan koefisien determinasi () sebesar 0.8112 dan Akaike’s Information Criterion (AIC) sebesar 1322.38.  Hasil pemodelan menunjukkan adanya efek spasial yang signifikan, di mana IKLH suatu kabupaten/kota dipengaruhi oleh IKLH wilayah-wilayah tetangganya. Selain itu, sanitasi dan penduduk miskin tidak berpengaruh signifikan terhadap IKLH, sedangkan kepadatan penduduk, PDRB, IPM, dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan, mengindikasikan bahwa dinamika kualitas lingkungan di Kalimantan Selatan dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi serta keterkaitan spasial antarwilayah.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI