DIGITAL LIBRARY



JUDUL:WAFAK PENERANG HATI : RELIGIOUS BELIEF DAN RITUAL RAJAH ISLAM DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS MASYARAKAT BANJAR
PENGARANG:PUTRI SALSABILA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-05-02


Wafak Penerang Hati: Religious Belief dan Ritual Rajah Islam dalam Pembentukan Identitas Masyarakat Banjar.

Skripsi, 2026. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Lambung Mangkurat (Dibimbing oleh Arif Rahman Hakim).

Putri Salsabila.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh eksistensi tradisi Wafak Penerang Hati di masyarakat Banjar yang bukan hanya fenomena magis, melainkan sebuah sistem budaya yang memadukan nilai keislaman dan kearifan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan religious belief dan praktik ritual rajah Islam pada ranah penerang hati terutama dalam media air dan telur, menganalisis makna simbolik yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis bagaimana praktik tersebut berperan dalam membentuk identitas masyarakat Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi dan analisis semiotik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi (partisipan dan non-partisipan), wawancara mendalam, studi literatur, serta dokumentasi.

Analisis dalam penelitian ini menggunakan Teori Tiga Wujud Kebudayaan oleh Koentjaraningrat untuk membedah struktur budaya, serta Teori Identitas Sosial oleh Henri Tajfel dan John Turner untuk menjelaskan pembentukan jati diri suatu kelompok. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Wafak Penerang Hati merupakan manifestasi budaya yang kompleks. Dari aspek keyakinan, masyarakat menempatkan praktik ini dalam landasan Wasilah dan Tauhid yang ketat untuk menjaga kemurnian makna dari wafak tersebut. Secara ritual, ditemukan tata cara spesifik pada media banyu (teknik luntur/nafas) dan hintalu (seleksi itik belapas) yang disertai etika ekonomi moral "menabus" (tukar hadiah). Analisis semiotik terhadap simbol Bintang, Cak Burung atau Cacak Burung, dan struktur huruf Mim-Ha-Alif-Ha, dan lainnya mengungkap bahwa wafak berfungsi sebagai "peta diri" yang menghubungkan anatomi tubuh manusia dengan sifat ketuhanan. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Wafak Penerang Hati berfungsi signifikan sebagai penanda batas (boundary marker) yang memperkuat identitas sosial masyarakat Banjar sebagai masyarakat yang religius, berorientasi pada Ulama Martapura, dan menjunjung tinggi keaslian tradisi tulisan tangan di tengah arus modernisasi.

Kata Kunci: Wafak, Wifiq, Rajahan, Penerang Hati, Religious Belief, Ritual Islam, Identitas Sosial, Masyarakat Banjar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI