DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KAJIAN PENGALAMAN TRAUMATIS DALAM MEMICU HYPER-RELIGIOSITY PADA PENDERITA SKIZOFRENIA DI BUDAYA BANJAR: STUDI KUALITATIF
PENGARANG:AULIA MAULIDINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-05-04


Penelitian ini bertujuan mengkaji dinamika pengalaman traumatis dalam memicu hyper-religiosity pada individu dengan skizofrenia dalam konteks budaya Banjar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory yang melibatkan dua subjek utama dan dua significant others di masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan catatan lapangan, lalu dianalisis dengan teknik open, axial, dan selective coding menggunakan Nvivo. Kredibilitas dijaga melalui observasi dan triangulasi sumber dan antar-peneliti dengan reliabilitas antar-rater menunjukkan kesepakatan sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan dua temuan utama. Pertama, pengalaman traumatis yang tidak terselesaikan seperti masalah ekonomi, kehilangan, konflik keluarga, dan keinginan yang tidak terpenuhi membentuk kerentanan psikologis yang memicu gejala psikotik. Kedua, budaya Banjar yang religius menjadi kerangka interpretatif yang membentuk isi gejala, seperti delusi kenabian dan halusinasi spiritual. Stigma masyarakat, seperti “ketinggian mengaji,” juga memengaruhi pemaknaan terhadap kondisi individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gejala psikotik merupakan hasil interaksi kompleks antara pengalaman traumatis dan konteks budaya-religius, di mana pengalaman traumatis bertindak sebagai pemicu, sementara budaya membentuk ekspresi gejala yang muncul.

 

Kata Kunci: Skizofrenia, Pengalaman Traumatis, Hyper-religiosity, Budaya Banjar, Studi Kualitatif

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI