DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Efektivitas Konsorsium Bakteri Selulolitik Indigenous Lahan Peremajaan Sawit Rakyat untuk Mempercepat Biodegradasi Batang Kelapa Sawit | |
| PENGARANG | : | IRA SALSA BILLA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-05-06 |
Batang kelapa sawit merupakan salah satu limbah terbesar yang dihasilkan dari proses peremajaan, volume biomassa batang per hektar dapat mencapai sekitar 164,5 m³ atau lebih dari 200 ton, sehingga menjadikannya komponen limbah dengan porsi paling dominan dibanding bagian tanaman lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konsorsium bakteri selulolitik indigenous yang berasal dari lahan peremajaan kelapa sawit dalam mempercepat dekomposisi batang kelapa sawit dan membandingkan kemampuan dekomposisinya dengan dekomposer komersial berdasarkan penurunan ketebalan cacahan batang kelapa sawit. Penelitian ini merupakan kegiatan PKM skema Riset Eksata tahun anggaran 2024. Penelitian telah diseminarkan pada kegiatan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Belmawa Kemendikbudristek 3 Agustus 2024 dan dipublikasikan pada Jurnal Agrosains (LoA No. 001/AGROSAINS/I/2026). Lokasi penelitian berada di Desa Karya Makmur, Kecamatan Cintapuri, Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dan di Laboratorium Biologi, Fisika dan Kimia Jurusan Ilmu Tanah Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru dan dilaksanakan pada bulan April-Oktober 2024. Pengambilan sampel sumber isolat yaitu cacahan batang kelapa sawit dari lahan peremajaan kelapa sawit dan dilakukan isolasi bakteri selulolitik melalui tahap delignifikasi, pengayaan, dan pertumbuhan pada media CMC untuk uji indeks selulolitik (IS). Isolat yang mempunyai IS terbesar dan terkecil diuji kemampuan aktivitas enzim selulase pada media Avicel dan kertas saring Whatman No.1. Isolat terpilih juga disusun menjadi konsorsium dekomposer indigenous dan diaplikasikan pada cacahan batang kelapa sawit dengan beberapa perlakuan pembanding dekomposer komersial. Aktivitas dekomposisi diamati berdasarkan persentase penurunan ketebalan cacahan. Data dianalisis secara deskriptif untuk menentukan efektivitas perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ada 16 isolat bakteri selulolitik yang diperoleh dari sumber isolat bagian kelapa sawit (Elaeis guineensis) serta isolat CP6 dan CP9 memiliki IS tertinggi. Seluruh konsorsium dekomposer indigenous (DSB, DSP, dan DST) menunjukkan kemampuan tumbuh pada media Avicel dan kertas saring Whatman No.1, yang menandakan adanya aktivitas enzim eksoglukanase dan β glukosidase. Hasil uji aplikasi konsorsium dekomposer pada cacahan batang kelapa sawit menunjukkan bahwa dekomposer selulolitik pelepah (DSP) menghasilkan penurunan ketebalan cacahan tertinggi (38%), diikuti DST (36%) dan DSB (34%), lebih tinggi dibandingkan dekomposer komersial. Hal ini menunjukkan dekomposer indigenous lebih efektif mempercepat biodegradasi batang kelapa sawit dibandingkan dekomposer komersial, karena mikroba tersebut telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan substrat lokal.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI