DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS MULTIPLIER EFFECT SEKTOR BASIS DALAM PEREKONOMIAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD IRFAN ARIANSYAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-05-06 |
Pembangunan ekonomi daerah merupakan bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Identifikasi sektor basis dan pengukuran efek penggandan menjadi penting untuk menilai peran sektor dalam menggerakkan perekonomian daerah. Penelitian ini menggunakan analisis Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), dan Input–Output berdasarkan Tabel Input–Output Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016. Hasil analisis menunjukkan dari tujuh belas lapangan usaha, terdapat lima sektor basis, yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan; pertambangan dan penggalian; pengadaan air serta pengelolaan sampah dan limbah; trasportasi dan pergudangan; administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib; serta jasa pendidikan. Untuk besarnya efek penggandan yang dihasilkan sektor basis menunjukkan bahwa masing-masing sektor basis memiliki karakteristik yang berbeda dalam mentransmisikan dampak ekonomi, sektor pengadaan air memiliki multiplier output tertinggi (Rp1,53 miliar), sedangkan multiplier pendapatan tertinggi berasal dari sektor jasa pendidikan (Rp603,94 juta).
Kata Kunci: Pembangunan Ekonomi Daerah;Sektor Basis;Efek Penggandan;Multiplier Output;Multiplier Pendapatan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI