DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PASAR BUKAN SEKADAR TEMPAT BERDAGANG: KEHIDUPAN SOSIAL PEDAGANG PASAR PASCA RELOKASI DI KOTA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | GUSTI YUVA DELAYUNIRA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-05-07 |
ABSTRAK
Pasar Bukan Sekedar Tempat Berdagang: KehidupanSosial Pedagang Pasar Pasca Relokasi di Kota Banjarbaru
Skripsi. 2026. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat
Gusti Yuva Delayunira
Relokasi Pasar Bauntung di Kota Banjarbaru tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi tetapi juga kehidupan sosial pedagang karena pasar tradisional berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang membentuk relasi, kepercayaan dan solidaritas antar pelaku pasar serta menjadi bagian penting dalam struktus sosial masyarakat lokal, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehidupan sosial pedagang pasca relokasi dengan menggunakan teori solidaritas sosial Emile Durkhein melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran pola interaksi dan melelmahnya solidaritas antar pedagang yang ditandai dengan meningkatnya persaingan serta berkurangnya intensitas hubungan sosial pasca relokasi. Pedagang tetap berupaya bertahan melalui strategi adaptasi seperti memperkuat jejaring sosial, mempertahankan loyalitas pelanggan, dan membangun kerja sama informal sebagai bentuk kebertahanan sosial. Oleh karena itu, disarankan kepada pemerintah agar dalam kebijakan relokasi pasar tidak hanya memperhatikan aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial pedagang guna menjaga keberlangsungan interaksi dan solidaritas dalam pasar tradisional.
Kata kunci: pasar tradisional, relokasi, kehidupan sosial, pedagang, interaksi sosial.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI