DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MAKNA SIMBOLIK BATATAMBA BANYU TAWAR MASYARAKAT BANJAR DI KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | RISNA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-05-08 |
Batatamba merupakan praktik penyembuhan tradisional masyarakat Banjar yang memanfaatkan air doa (banyu tawar) sebagai media utama. Praktik ini tidak hanya dipahami sebagai upaya pengobatan, tetapi juga sebagai bagian dari tradisi budaya yang mengandung nilai spiritual, simbolik, dan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik dalam berbagai cara penggunaan banyu tawar, seperti diminumkan, diusap, disemburkan, disiramkan, dan dimandikan, serta menelaah makna simbol pada unsur fisik seperti kembang tujuh rupa, kain atau sarung, dan perlengkapan lainnya dalam praktik batatamba.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori interaksionisme simbolik dari George Herbert Mead yang menekankan konsep mind, self, dan society.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap metode banyu tawar dimaknai secara berbeda sesuai kondisi dan kebutuhan pasien, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu memperoleh kesembuhan. Makna tersebut terbentuk melalui interaksi antara pananamba, pasien, dan masyarakat, sehingga praktik batatamba tetap bertahan dalam kehidupan masyarakat Banjar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI