DIGITAL LIBRARY



JUDUL:TANGGUNG JAWAB SOSIAL MASYARAKAT PINGGIRAN SUNGAI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PERSPEKTIF KEWARGANEGARAAN EKOLOGIS DI DESA ALUH-ALUH BESAR KECAMATAN ALUH-ALUH
PENGARANG:NISPIA PUTERI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-05-08


Nispia Puteri. 2026. Tanggung Jawab Sosial Masyarakat Pinggiran Sungai dalam Pengelolaan Sampah Perspektif Kewarganegaraan Ekologis di Desa Aluh-Aluh Besar Kecamatan Aluh-Aluh. Skripsi. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (I) Mariatul Kiptiah.

            Kata Kunci: Tanggung Jawab Sosial, Pengelolaan Sampah, Masyarakat Pinggiran Sungai, Kewarganegaraan Ekologis.

Desa Aluh-Aluh Besar merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, yang sebagian besar wilayah permukimannya berada di kawasan pinggiran sungai. Sungai memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai sumber kehidupan, sarana aktivitas sehari-hari, maupun penunjang ekonomi masyarakat. Namun demikian, permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi persoalan serius, di mana sebagian masyarakat masih membuang sampah rumah tangga langsung ke sungai. Kondisi tersebut mencerminkan rendahnya penerapan tanggung jawab sosial masyarakat terhadap lingkungan, khususnya dalam perspektif kewarganegaraan ekologis.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku dan moral tanggung jawab sosial masyarakat pinggiran sungai dalam pengelolaan sampah, serta faktor-faktor yang memengaruhi perilaku dan moral tersebut di Desa Aluh-Aluh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perilaku tanggung jawab sosial masyarakat pinggiran sungai dalam pengelolaan sampah masih belum optimal, ditandai dengan kebiasaan membuang sampah langsung ke sungai akibat kedekatan permukiman dengan sungai serta keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah; (2) secara moral, masyarakat telah memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sungai, memahami benar dan salah dalam pengelolaan sampah, serta memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan, namun kesadaran tersebut belum sepenuhnya terwujud dalam perilaku nyata; (3) faktor-faktor yang memengaruhi perilaku dan moral tanggung jawab masyarakat meliputi faktor internal berupa kesadaran moral yang masih kalah oleh kebiasaan lama, serta faktor eksternal berupa keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah, kurang optimalnya peran dan imbauan pemerintah desa, serta pengaruh lingkungan sosial. Dengan demikian, diperlukan penguatan nilai-nilai kewarganegaraan ekologis melalui peningkatan kesadaran, penyediaan fasilitas, serta keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama dalam pengelolaan sampah.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI